Sejarah Jawa : Sejarah Panjang Panjalu, Selarasan

0 201

Sekalipun dengan rentang masa lebih kurang 400 tahun, sejak Situ Panjalu disebut pada 635 Masehi, menurut catatan turun-temurun, nama Panjalu mengingatkan kita pada kota Panjalu yang muncul kemudian di Jawa Timur, yakni semasa kedaulatan kerajaan Kadiri dibawah kekuasaan sang prabhu Airlangga, sekira tahun 1000 Masehi. Hal ini secara langsung menunjukkan kesinambungan silsilah, salasilah, juga sorosilah, ungkap Herman Sinung Janutama, baik Panjalu-kulon di Ciamis, Jawa Barat sekarang, maupun Panjalu-wetan di sekitar Kota Malang, Jawa Timur sekarang.

Disamping itu, toponim kembar tersebut secara langsung pula menunjukkan keselarasan agung Jawa-kulon dengan Jawa-wetan. Menurut sejarahwan, budayawan, dan peneliti filsafat Jawa tersebut, keadaan ini menuntun pada pemahaman kita bahwa Pulau Jawa ini “bagai pinang dibelah dua” dari sudut pandang kosmologi purbanya. Hal ini bisa ditinjau pada serat kuno kitab Jamurdwipa, misalnya. Keseimbangan kosmis Jawa-kulon dengan Jawa-wetan, terbaca pada toponim kuno Su-Medang dengan Medang Kamulan; Malang-bong dengan Malang; Purwakarta dengan Purwokerto; Purbalingga dengan Probolinggo, dan lain-lain, termasuk Panjalu-kulon dengan Panjalu-wetan.

Terkait dengan upacara Nyangku, di Situ Panjalu, Ciamis, Jawa Barat, itu bukan semata-mata merupakan ritual turun-temurun yang rentan tuduhan paganistis dan primordial, kemuka Herman. Nyangku menuntun muslim Jawa dan nuswantara untuk menyadari bahwa betapa pentingnya keselarasan dan keseimbangan. Lebih dari itu, betapa pentingnya keadilan dan kelembutan. Pada titik keadilan.

Source Dinas Kebudayaan tasteofjogja.org/isiberita.ERKAH-S1gDvJPELhfG1y7PYc2CdahdCtqsomyTE71X7MiVP-bwlOc1vc3pIN2V_cTMODRKS5mxkoPej8_N6HPw
Comments
Loading...