Sejarah Jawa : Prasasti Julah-Sembiran Masa Anak

0 61

Pada tahun aka 987 (10 Agustus 1065 Masehi), para pemimpin dan penghulu Desa Julah, Desa Widatar, Desa Keduran, Desa Pasuruhan dan Desa Pasungan menghadap Sri Paduka Aji Anak Wungsu hendak berunding untuk membuat undang-undang Desa Julah yang baru. Adapun keputusan-keputusan dalam perundingan itu antara lain: kalau ada saudagar-saudagar yang memakai perahu dari tanah seberang hendak ke Pura Menasa (pura ini berada di sebelah timur Desa Sinabun) tiba-tiba perahunya rusak di laut, maka sekalian penduduk Desa Julah harus membantunya.

Apabila dengan tiba-tiba ada musuh yang hendak menyerbu penduduk yang ada di pesisir, maka sekalian penduduk Desa Julah harus segera keluar serta membawa senjata yang selengkapnya untuk memerangi pengacau itu. Segala pajak dikenakan pada tontonan, dan sekeha pesantian (semacam pesinden). Prasasti ini ditutup dengan sumpah dan kutukan. Undang-undang ini dibuat diistana oleh juru tulis istana yang bernama Bajarangsa. Pada jaman Anak Wungsu memerintah di Bali, Jawa (Timur) diperintah oleh raja.

Source Tempo kolom.tempo.co/read/1035968/mengenal-lebih-jauh-budaya-maritim-indonesia/full&view=ok
Comments
Loading...