Sejarah Jawa : Perjalanan Sejarah Masjid Perak DIY

0 52

Berada di dua wilayah administrasi Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul, kawasan Kotagede memiliki ciri khas yaitu sebagai kawasan pengrajin perak dan kawasan heritage kerajaan Islam Mataram yang memiliki sejarah panjang pergerakannya. Tidaklah mengherankan apabila Kawasan Kotagede mayoritas berpenduduk Islam dan memiliki banyak peninggalan kental dengan budaya Islam salah satunya Masjid Perak Kotagede. Masjid Perak Kotagede beralamat di Jalan Mondorakan Kotagede, berada persis dibelakang SMA Muhammadiyah 4 DIY.

Masjid Perak Kotagede dibangun pada masa perang kemerdekaan tepat tanggal 1 Syuro tahun 1940. Pembangunan masjid ini diprakarsai oleh tiga ulama Kotagede, yaitu KH Mudakir, KH Amir dan KH Muhsin. Pada era revolusi fisik, Masjid Perak Kotagede memberikan sumbangsih perjuangan yang besar bagi eksistensi Republik Indonesia. Dipimpin oleh Drs. H. Zubaidi Bajuri, beliau mengumandangkan takbir memimpin memimpin Laskar Hizbullah (Sabilillah) ke garis terdepan medan pertempuran melawan serdadu Belanda yang membonceng NICA untuk kembali menjajah Indonesia.

Halaman Masjid Perak Kotagede menjadi saksi bisu pembekalan dan pelepasan Laskar Hizbullah/Sabilillah menuju medan perang. Memasuki era 1950-an hingga akhir 1960-an, gelora semangat juang Masjid Perak Kotagede masih dibutuhkan andilnya oleh NKRI. Di penghujung Orde Lama, aktifis masjid ini turut serta menjaga persatuan bangsa ini akibat terjadinya konflik politik PKI dengan kekuatan militer. Di era tersebut, Masjid Perak Kotagede menjadi pusat.

Source tasteofjogja.org tasteofjogja.org/isiberita.-LlGpXSFkX6SjnTVZwBDk3eAgPcKFpNRl_r5MqVAi4bDP73YBM6XDeuX4t2q0KxsxdehXa3TKW6pntUcHIyVPA
Comments
Loading...