Sejarah Jawa : Legenda Air Beras pada Kawah Sileri

0 90

Di Dataran Tinggi Dieng, sangat mudah menemukan bukti bahwa kawasan ini berada di atas pegunungan yang masih aktif. Di banyak tempat, ditemukan berbagai kawah yang mengeluarkan hawa panas. Salah satunya adalah Kawah Sileri, yang berada di Desa Pekasiran, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Kawah yang memiliki luas sekitar 1 hektare ini dikelilingi bukit-bukit. Bukit-bukit tersebut yaitu Bukit Bima Sakti, Bukit Semancar, Bukit Gajah Mungkur, dan Bukit Penglimuran.

Sileri

pada tempat wisata terkait dengan sebuah legenda mengenai terbentuknya kawah ini. “Sileri” berasal dari “leri” yang dalam bahasa Jawa berarti air bekas mencuci beras. Pada masa lalu, di Desa Pekasiran, hiduplah seorang nenek sakti bersama muridnya yang bernama Dewi Mala. Nenek sakti ini memiliki perangai buruk. Dewi Mala pun sering menentang kehendak gurunya dan kemudian dikutuk menjadi batu. Sang nenek sangat ingin menguasai sebuah desa yang terletak tak jauh dari tempat tinggalnya, yaitu Desa Pagar Kandang.

Tapi, masyarakat Pagar Kandang menentang keinginan sang nenek. Mereka bahkan mengusir nenek ini dari desa. Nenek pun menjadi marah. Dia kembali ke rumahnya, mengambil sebuah tempurung yang berisi air cucian beras. Air cucian beras ini dipercaya mampu memusnahkan benda apapun yang dikenainya.

Source Indonesia indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/legenda-air-beras-di-kawah-sileri
Comments
Loading...