Sejarah Jawa : Kerajaan Singasari, Budaya Maritim

0 34

Menumpas pemberontak Mahisa Rangkah, dan 1284 menundukkan Bali. Dalam Kakawin Ngarakrtgama disebutkan menaklukan Pahang dan Gurun di Semenanjung Tanah Melayu, serta Tanjupura di Kalimantan  dan beberapa tempat di sebelah timur Nusantara. Tindakannya untuk meluaskan maala (wilayah) keluar Tanah Jawa didorong oleh ancaman dari daratan Tiongkok. Pada sekitar tahun 1260 Khubilai Khan dari Kerajaan Mongol yang sudah menguasai Kekaisaran Tiongkok menunjukkan gelagat akan memperluas maala ke arah selatan keluar dari maala Tiongkok hingga meyeberangi lautan.

Pada tahun 1280 Khubilai Khan mendirikan Dinasti Yan. Segera ia memulai ambisinya  dengan perintah pengakuan kekuasaan dari negara-negara yang sebelumya mengakui kekuasaan kaisar  Tiongkok dari Dinasti Song. Jawa tidak luput dari rencana besar Khubilai Khan. Utusan yang membawa pesan supaya raja Jawa mau tunduk kepada Kaisar mulai datang pada tahun 1280 dan 1281. Tuntutannya agar raja Jawa mengirimkan seorang pangeran ke Tiongkok sebagai tanda tunduk kepada kekaisaran dinasti Yan.

Ada pendapat yang menyatakan bahwa persatuan dapat terwujud apabila ada ancaman dari luar. Beberapa puluh tahun sebelum Mahpatih Gajah Mada bersumpah, Mahrja Krtangara dari Kerajaan Sihasri juga berniat menyatukan Nusantara. Hal ini dianggap penting untuk menghadapai ancaman serangan Kekaisaran Mongol. Prasasti yang dipahatkan pada bagian belakang arca Camui yang dikeluarkan oleh Mahrja Krtangara terkandung gagasan perluasan cakrawala maala ke luar pulau Jawa.

Source Tempo kolom.tempo.co/read/1035968/mengenal-lebih-jauh-budaya-maritim-indonesia
Comments
Loading...