Sejarah Jawa : Kerajaan Majapahit, Budaya Maritim

0 61

Sihasri runtuh bukan karena serbuan tentara Khubilai Khan, melainkan karena serangan dari Jayakatwang (raja bawahan yang memberontak). Setelah Sihasri runtuh, kemudian di bagian timur Tanah Jawa di sekitar Sungai Brantas berdiri Kerajaan Majapahit. Kerajaan ini berjaya pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk dengan Patihnya Gajah Mada. Majapahit pada dasarnya adalah kerajaan agraris, namun kerajaan ini tidak mengesampingkan kekuatan laut dengan panglimanya yang terkenal yaitu Mpu Nala.

Babad Lasm merupakan salinan dari isi sebuah babad bernama Pustaka Badrasanti yang ditulis oleh Kamzah, seorang bangsawan Lasm yang hidup tahun 1825. Dalam babad ini disebutkan beberapa nama pemukiman masa Bhre Lasm (salah seorang bangsawan Majapahit) memerintah pada tahun 1273 aka. Tempat-tempat tersebut antara lain Kaeringan, Teluk Regol, Keraton Kryan, Bonang-Binangun, dan beberapa tempat keagamaan. Kaeringan merupakan sebuah pelabuhan yang telah ada sejak masa Dewi Indu (Bhre Lasm, r Rajasaduhitendudewi) berkuasa.

Suaminya, Rajasawarddhana (Bhre Matahun) disebutkan menguasai junk-junk perang yang berada di pelabuhan ini. Sampai awal masuknya Islam di pantai utara Jawa, Kaeringan masih berfungsi sebagai pelabuhan. Dari masa ini disebutkan bahwa Pangeran Santikusumo ketika berusia 18 tahun, naik perahu dari tempat ini menuju Tuban, pelabuhan lain yang telah ada sejak abad ke-11 Masehi. Kakawin Ngarakrtgama  dan beberapa prasasti dari jaman Majapahit menginformasikan tentang struktur kewilayahan kerajaan.

Source Tempo kolom.tempo.co/read/1035968/mengenal-lebih-jauh-budaya-maritim-indonesia
Comments
Loading...