Sejarah Jalan Braga, Salah Satu Ikon Kota Bandung

0 70

Sejarah Jalan Braga Kota Bandung

Kata Braga konon berasal dari bahasa Sunda, Ngabaraga, yang berarti bergaya.  Kita memang masih bisa melihat bangunan-bangunan megah dan bergaya art deco sepanjang jalan ini. Pembangunan jalan ini erat dengan pembangunan jalan Anyer-Panarukan yang diperintahkan Gubernur Jenderal Daendels pada tahun 1808-1811. Gedung ini dinamai Pedawiteg sebelum tahun 1882. Jalan dengan lebar sepuluh meter ini merupakan penghubung dari Groote Postweg, Jalan Asia-Afrika, dengan Koffie Pakhuis miliki Andries de Wilde yang kini menjadi Balai Kota Bandung.

Baru pada tahun 1882, Asisten Residen Bandung, Pieter Sitjhoff, menamai jalan ini menjadi Bragaweg. Jalan ini kemudian diperkeras dengan memakai batu kali. Selain itu sepanjang jalan dipakai lampu minyak untuk menerangi jalan. Konon, nama Braga sudah populer sejak tahun 1810, namun baru resmi dipakai pada tahun 1882.

Salah satu pemicu perkembangan Bragaweg adalah toko kelontong bernama De Vries. Toko ini menjual berbagai keperluan sehari-hari dan sering dikunjungi petani Belanda yang memiliki kebun di sebelah utara Bandung. Keramaian jalan ini, beserta Asia-Afrika tentunya, membuat banyak berdirinya bangunan lain di sekitarnya, seperti hotel, bank, bioskop, dan restoran.

Tumbuhnya berbagai bangunan ini membuat Bragaweg terkenal di seluruh Hindia-Belanda. Banyak orang elit, baik dari kalangan Belanda, Cina, atau Pribumi yang bergaya dan bergaul di Bragaweg. Pada tahun 1900 jalan ini mulai diaspal dan semakin ramai. Pada tahun 1906 dibuat peraturan bahwa bangunan toko sepanjang Braga harus memenuhi standar yang telah ditetapkan.

Source https://sebandung.com https://sebandung.com/2014/03/jalan-braga/
Comments
Loading...