Sejarah Iket Sunda

0 152

Sejarah Iket Sunda

Pasti kalian sering melihat Ridwan Kamil, atau biasa disapa Kang Emil  memakai ikat kepala berwarna biru? Atau mungkin sosok Kabayan yang selalu tampil menggunakan penutup kepalanya? Ternyata apa yang dipakai oleh Kang Emil ataupun Kabayan memiliki arti sendiri lho. Keduanya memang mencirikan etnis sunda, namun ternyata iket bagi Suku Sunda banyak macamnya. Untuk mengetahui sejarah iket sunda, berikut ini resep untuk membuatnya.

Ingatkah dengan sosok Kabayan? Kabayan si bujang Sunda ini selalu digambarkan memakai penutup kepala khas Sunda. Nah ternyata ika kepala yang dipakai oleh Kabayan bernama totopong. Totopong atau nama lain dari Iket, merupakan tutup kepala khas Sunda yang mirip dengan blangkon di Jawa atau Udeng di Bali. Iket berasal dari bahasa Sunda yang berarti “ikat” atau “ikatan”. Zaman dahulu iket berfungsi mencerminkan kelas dalam masyarakat, hingga tampak jelas perbedaan kedudukan seseorang (pria) dalam kehidupan sehari-hari.

Bentuknya yang beragam diciptakan sebagai simbol yang berkaitan dengan keagamaan, upacara adat, dan status sosial tokoh-tokoh masyarakat yang dianggap mempunyai peranan dalam suatu kelembagaan. Iket sebagai tutup kepala juga memiliki nilai yang lebih berharga dibandingkan dengan tutup kepala yang lain, karena dalam proses pembentukannya diperlukan kejelian, keterampilan, ketekunan, kesabaran dan rasa estetika yang tinggi dari pemakainya. Hal ini akan membuktikan bahwa iket dapat mencerminkan status simbol pemakainya. Dulu warna iket hanya terbatas hitam atau putih, namun seiring berkembangnya zaman, warna iket kini bervariasi, bahkan motif dan corak iket pun terus berkembang.

Source http://www.infobudaya.net/ http://www.infobudaya.net/2017/12/serba-serbi-iket-sunda-yang-harus-kamu-ketahui/
Comments
Loading...