Sejarah Desa Sumberharjo

0 41

Sejarah Desa Sumberharjo

Menurut cerita dari para sesepuh dan Tokoh Masyarakat desa dapat diuraikan bahwa pada saat Sultan Mangkubumi di Yogyakarta masih ngraman/ akan merebut kekuasaan mempunyai abdi dalem dari Loano/tanah Bogelan bernama Setro Ketipo. Pada suatu hari Kanjeng Sultan Mangkubumi perang dengan K.P. Mangkunegaran I, Mangkubumi mengalami kekalahan dan mengungsi beserta bala tentaranya. Kanjeng Sultan Mangkubumi sendiri mengungsi hanya diikuti beberapa orang prajurit dan Setro Ketipo tidak ketinggalan yang lari menuju ke tengah hutan yang menurut perhitungan tidak akan diketahui oleh musuh.

Sultan Mangkubumi mengajak para pengikutnya  untuk istirahat, karena sangat lelah dan pikirannya sangat kalut, kondisi kesehatannya sangat lemah  dan hampir meninggal dunia. Kebetulan Setro Ketipo pada saat itu membawa beruk ( tempurung kelapa ) yang dikalungkan dilehernya, Sultan Mangkubumi menegurnya dan menanyakan isi beruk yang dikalungkan dilehernya itu. Setro Ketipo menjawab bahwa isi beruknya adalah makanan pace dan legen ( gulo klopo ).

Karena lapar dan dahaga pace dan legen tersebut diminta oleh Sultan Mangkubumi  terus di makan, ternyata sangat nikmat dan kondisi badannya pulih kembali, kuat dan segar ( kemudian menjadi nama daerah yaitu  Pacitan ). Sedangkan sisa pace dan legen tadi dibagikan/ dicraki kepada para pengikutnya, kemudian untuk mengenang peristiwa itu daerah itu dinamakan “Craken” /Desa Craken.

Pada perkembangan selanjutnya Desa Craken ini diketemukan sebuah belik ( sumber air ) yang airnya mempunyai kasiat menyembuhkan penyakit kuning , akhirnya belik tersebut dinamakan   ‘belik kuning “ . Semakin lama kabar khasiat air belik kuning semakin menyebar   sampai keseluruh pelosok Pacitan bahkan sampai keluar kota Pacitan untuk menyembuhkan berbagai penyakitnya. Sehingga dengan kedatangan orang – orang yang ingin mengambil air itu mendatangkan hasil bagi warga desa Craken, disamping itu juga diadakan pungutan bagi pengunjung untuk kas desa.

Hasil dari pungutan itu oleh warga desa dipergunakan untuk membangun gedung sekolah dasar ( masih berdiri sampai sekarang ). Dari sinilah nama Desa Craken diubah menjadi Sumberharjo yang artinya Sumber air yang dapat mendatangkan kemakmuran bagi warganya. Sedangkan nama Craken digunakan untuk nama dusun yaitu Dusun Craken Wetan dan Dusun Craken Kulon.

Kehidupan masyarakat tentunya masih tradisional yang masih kental dengan menggantungkan dari hasil bercocok tanam/pertanian, namun berkat kegigihan dari para petinggi desa untuk membangun desa, dengan mengadakan kerja bakti dan gotong royong masyarakat semakin meningkat sehingga perkembangan Desa Sumberharjo semakin baik.

Source http://desasumberharjo.blogspot.com/ http://desasumberharjo.blogspot.com/2013/12/sejarah-desa-sumberharjo.html
Comments
Loading...