Sejarah Desa Gentan Bulu Sukoharjo

0 328

Sejarah Desa Gentan Bulu Sukoharjo

Dalam keseharian kita juga melihat seorang ibu memberi nama anaknya bernama “Bejo” dengan harapan anaknya menjadi orang yang selalu beruntung. Ada juga dalam Bahasa Sansekerta seekor burung diberi nama “paksi” yang artinya hanya untuk memperindah. Yang jelas nama dibuat mengandung maksud dan tujuan. Begitu juga nama dan asal usul Desa Gentan di Kecamatan Bulu.

Pada jaman dahulu jauh sebelum NKRI merdeka tepatnya di sebuha dukuh kecil di lereng utara Gunung Gedhe Gajah Mungkur (sekarang dukuh Baseng) tinggallah seorang tokoh sakti yang bernama Kyai Bas tinggal bersama istri dan di sebelah utara Baseng ada tanah pertanian subur seluas satu lupit (100 patok) milik Kyai Kerto yang berasal dari daerah Dukuh Kerten disebelah utara Dukuh Baseng (Dukuh Kerten sekarang masuk wilayah Desa Tiyaran).

Pada suatu hari tanah bumi Kerten yang terkenal subur mengalami kekurangan air, karena di wilayah pedukuhan Baseng dibuat “Kekitren” (kebun sayuran) oleh Kyai Bas. Pada saat itu datanglah Kyai Kerto ke bumi Migit (sebuah tempat di dukuh Baseng) dan berteriaklah Kyai Kerto saat itu, “barang siapa mampu mencabut pohon kelapa (dalam bahasa jawa glugu) di bumi Migit ini, maka dia akan mendapatkan hadiah bumi Kerten dengan luas satu lupit (100 patok) berserta isinya”.

Penetapan Kyai Bas terhadap wilayah tersebut juga diikuti dengan tata batin yang tulus bahwa nantinya wilayah-wilayah tersebut akan juga muncul orang-orang sakti, bijak dana rif (atau dalam bahasan Jawa disebut Gento yang berarti linuwih/pinunjul), sehingga wilayah yang disebut oleh Kyai Bas akan menjadi wilayah yang makmur, gemah ripah loh jinawi. Sehingga wilayah Gento atau orang-orang linuwih tersebut menjadi wilayah bernama GENTAN.

Source Sejarah Desa Gentan Bulu Sukoharjo Desa Gentan
Comments
Loading...