Sejarah Desa Gadingan, Sukoharjo

0 82

Sejarah Desa Gadingan, Sukoharjo

Sebelum terbentuknya desa Gadingan, daerah ini bernama Pecantilan. Berdasarkan versi kekandaan pada abad 16 M, ada seorang perempuan yang bernama Nyi Suari, dimana dia adalah seorang keturunan Kesultanan Kerajaan Cirebon. Pecantilan sudah ada ketika Indonesia masih dijajah negara-negara asing. Pada masa itu, Pecantilan merupakan tempat yang penghuninya sangat sedikit.

Dan biasanya menginduk pada sebuah desa yang lebih besar, pada saat itu desa yang sudah ramai adalah Desa Tugu di sebelah utara Pecantilan Gadingan. Desa itu dikepalai oleh seorang Kuwu yang berada di pusat Alas kedung Penjalin. Alas itu sampai sekarang masih bisa dijumpai, yakni pada kompleks situs Buyut Penjalin, desa Tugu Kecamatan Sliyeg.

Konon, semasa Nyi Suari berada di Pecantilan, Nyi Suari memiliki sebuah tongkat yang dalam bahasa Jawa disebut sebagai tetekan yang terbuat dari Pring Gading (bambu kuning). Bambu kuning Nyi Suari ini ditancapkan olehnya di suatu tempat yang bernama kebuyutan (Komplek Centre di sebuah tempat).

Dengan tujuan untuk meninggalkan jejak bahwa yang memiliki bambu kuning/bambu gading, itu adalah seorang keturunan Kesultanan Kerajaan Cirebon. Setelah menancapkan Pring atau bambu kuning, Nyi Suari kembali ke Kesultanan Cirebon.

Setelah kepergian Nyi Suari, ada seorang warga Percantilan yang melihat bambu kuning peninggalan Nyi Suari. Orang ini meyakini bahwa bambu yang ditancapkan di tempat pemakaman, tersimpan pesan sebagai wangsit dari nenek moyang.

Di Pecantilan, orang-orang sering melakukan perkumpulan di bale yang merupakan tempat orang-orang berkumpul untuk berdiskusi.  Setelah sekian lama mereka melakukan diskusi, mereka mempunyai inisiatif untuk memilih pemimpin diantara mereka.

Setelah sekian lama menginduk ke Desa Tugu, pecantilan ini mengalami perubahan, semakin banyak orang yang berdatangan dan menetap disini menjadi warganya. Berdasarkan asas manfaat atas kesepakatan warga Gadingan. Pada tahun 1860, Kepala Pecantilan saat itu Bekel Sarwan melakukan perubahan nama daerah Pecantilan menjadi Gadingan karena dilihat dari jejak Nyi Suari yang meninggalkan tancapan bambu yang bernama bambu gading.

Namun sepeninggal kepemimpinan Bekel Sarwan, atas gejolak dan aspirasi warga. Bekel Kadem selaku orang nomor satu di Pecantilan tersebut mengajukan usul ke Kuwu Tugu H. Dulghoni, agar Pecantilan ini melepaskan diri dan membuat sebuah desa tersendiri, karena jarak yang terlalu jauh dan kondisi warganya yang semakin banyak, dan memenuhi syarat untuk mendirikan sebuah desa baru, melalui besluit dari Pemerintah Kompeni di Dermayu.

Pada tahun 1860, berdiri sebuah desa baru pemekaran dari Tugu, Afdelling Controule Sleman meresmikan secara langsung. Berikut ini nama Kuwu-kuwu Gadingan yang pernah menjabat hingga sekarang.

Source https://meneerpanqi.blogspot.com https://meneerpanqi.blogspot.com/2015/08/asal-usul-desa-gadingan.html
Comments
Loading...