Sejarah Desa Banaran, Sukoharjo

0 8

Sejarah Desa Banaran, Sukoharjo

Berdasarkan sumber dari Pustaka Keraton Surakarta, Desa Banaran sebelumnya dikenal dengan nama Bandara. Karena pada saat itu, menurut Staf Keparak dan Mondrobudoyo Keraton Surakarta Hadiningrat, KRMH Notowijoyo, mengatakan bahwa untuk ke Solo atau bepergian keluar daerah, selain menggunakan jalur trasportasi darat dan udara, juga dapat melalui air atau memanfaatkan perahu.

Pelabuhan yang dulu dikenal dengan nama Bandara, itu benar-benar dimanfaatkan oleh Paku Buwono (PB) IV dan Paku Buwono V, saat berkuasa di Keraton Surakarta Hadiningrat, pada tahun 1788 – tahun 1820, pada itu PB IV sering bepergian ke Madura untuk menemui calon istrinya.

Dengan menggunakan trasportasi air, PB IV menggunakan perahu berangkat dari Bandara yang letaknya disebelah Selatan Kelurahan Laweyan. Perahu yang dinaiki ke Timur, untuk sampai di Sungai Bengawan Solo. Perjalanan melalui transportasi air ini sering dilakukan oleh PB IV, hingga menikah dengan putri Madura yang tidak lain anak dari Cokroningrat.

Disamping untuk pelabuhan perjalanan PB IV ke Madura, pelabuhan tersebut juga dipakai sebagai pelabuhan utama pengangkutan rempah-rempah, tatkala Portugis menjajah Negeri ini.

Oleh karena banyaknya perahu yang hilir mudik, sehingga Bandara tersebut manjadi ramai, dan kampung atau daerah sekitarnya dikenal dengan sebutan nama Kampung Bandara.

Keramaian arus lalu lintas air di kampung tersebut tetap berlanjut hingga PB IV menduduki tampuk pimpinan di Keraton Surakarta Hadiningrat.

Setelah PB IV tidak lagi berkuasa, secara berangsur-angsur Bandara tidak lagi ramai. Dan secara perlahan-lahan, disekitar tidak lagi menyebut kampung itu dengan nama Bandara, namun telah bergeser menjadi kampung Banaran.

Kampung Banaran masuk wilayah Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo bagian paling Utara yang berbatasan dengan Kelurahan Laweyan Kecamatan Leweyan Kota Surakarta, yang dikenal juga karena adanya perusahaan tekstil yang besar yaitu PT BATIK KERIS dan PT DANLIRIS.

Sementara Sungai Premulung yang dulunya mampu dilewati dua perahu besar, sekarang seperti sungai lainnya yang ada di Solo yaitu sebatas sebagai tempat mengalirnya air.

Source https://pemerintahdesabanaran.wordpress.com https://pemerintahdesabanaran.wordpress.com/2015/08/30/sejarah-desa-banaran/

Leave A Reply

Your email address will not be published.