Sejarah dan Perkembangan Alat Musik Tradisional Calung

0 766

Sejarah dan Perkembangan Alat Musik Tradisional Calung

Ketenaran alat musik dan kesenian calung dimulai ketika mahasiswa Universitas Padjadjaran (UNPAD) yang tergabung dalam Departemen Kesenian Dewan Mahasiswa (Lembaga kesenian UNPAD) mengembangkan bentuk calung ini melalui kreativitasnya pada tahun 1961. Menurut salah seorang perintisnya, Ekik Barkah, bahwa pengkemasan calung jinjing dengan pertunjukannya diilhami oleh bentuk permainan pada pertunjukan reog yang memadukan unsur tabuh, gerak dan lagu dipadukan.

Lalu perkembangan calung dilanjutkan pada tahun 1963, bentuk permainan dan tabuh calung lebih dikembangkan lagi oleh kawan-kawan dari Studiklub Teater Bandung (STB; Koswara Sumaamijaya dkk), dan antara tahun 1964 – 1965 calung lebih dimasyarakatkan lagi oleh kawan-kawan di UNPAD sebagai seni pertunjukan yang bersifat hiburan dan informasi (penyuluhan (Oman Suparman, Ia Ruchiyat, Eppi K., Enip Sukanda, Edi, Zahir, dan kawan-kawan), dan grup calung SMAN 4 Bandung (Abdurohman dkk). Dari sinilah mulai bermunculan grup-grup calung di masyarakat Bandung, misalnya Layung Sari, Ria Buana, dan Glamor (1970) dan lain-lain, hingga dewasa ini bermunculan nama-nama idola pemain calung antara lain Tajudin Nirwan, Odo, Uko Hendarto, Adang Cengos, dan Hendarso.

Perkembangan kesenian calung begitu pesat di Jawa Barat, bentuk kreativitas dalam seni pertunjukan calung semakin bervariasi dengan menambahkan beberapa alat musik dalam calung, misalnya kosrek, kacapi, piul (biola) dan bahkan ada yang melengkapi dengan keyboard dan gitar. Unsur vokal menjadi sangat dominan, sehingga banyak bermunculan vokalis calung terkenal, seperti Adang Cengos, dan Hendarso. Pada seni pertunjukan calung, Pemain calung sendiri bisa terdiri dari 5 atau lebih pemain yang masing – masing memegang calung yang berbeda. Dipadukan dengan pertunjukan dan dialog-dialog diantara pemainnya. Isi permainan calung bisa berupa lawakan / humor, nasihat-nasihat atau sindiran atas kejadian yang ada dan berkembang di masyarakat Indonesia yang diselingi dengan melantunkan tembang sunda.

Source https://www.tradisikita.my.id/ https://www.tradisikita.my.id/2015/04/calung-alat-musik-tradisional-jawa.html
Comments
Loading...