Sejarah Asal Usul Desa Pandeyan

0 7

Sejarah Asal Usul Desa Pandeyan

Sejarah Desa Pandeyan memiliki umur yang jauh lebih panjang daripada kemerdekaan Indonesia. Mbah Wiyono sesepuh Adat Desa Pandeyan mengatakan pada zaman dahulu jauh sebelum Indonesia merdeka tepatnya pada tahun 1931, Pemerintahan desa masih dikendalikan oleh seorang bekel sesepuh dusun. Jabatan Bekel jika pada sekarang di sebut Kepala Desa.

Pada sistem pemerintahan zaman dahulu, seorang bekel memiliki bawahan yang bernama demang. Demang memiliki bawahan yang disebut sebagai jagabaya. Pada zaman dahulu pusat pemerintahan desa belum bersifat tetap masih berpindah-pindah sesuai dengan domisili serta asal-usul dari Bekel berada karena belum memiliki balai desa secara permanen.

Mbah Wiyono menuturkan pada tahun 1939, bekel Desa Pandeyan saat itu bernama H Awandi dan belek H Awandi bertempat tinggal di dusun Jaten. Kebijakan Bekel H Awandi memerintahkan masyarakat untuk melakukan kerja paksa setiap dua hari sekali. Perintah H Awandi adalah masyarakat membuat saluran air, jembatan untuk bercocok tanam dengan menggunakan cangkul, lencek, sabit dan cetok. Adanya perintah itu membuat masyarakat memiliki gagasan untuk berkelompok untuk membuat peralatan yang dibutuhkan sendiri dengan cara menempa besi atau dalam bahasa jawa disebut dengan Pande. Kelompok-kelompok masyarakat yang menempa besi tersebut membuat mutu, hasil, bentuk dan ketajaman peralatan yang dibuat memiliki kualitas yang sangat baik hingga ke seluruh dusun.

Popularitas akan alat-alat pertanian yang dibuat maka dengan naik kuda serta berpakaian serba hijau gadung dan memakai iket kepala, sesepuh dusun atau bekel berkeliling member maklumat atau woro-woro bahwa pusat pemerintahan atau pelayanan masyarakat dilayani di dusun Pandeyan. Nama Pandeyan sampai saat ini masih dipakai sebagai nama desa Pandeyan.

Source https://pandeyan.desa.id https://pandeyan.desa.id/profildesa-6-Sejarah.Desa.html

Leave A Reply

Your email address will not be published.