Sejarah Arya Kusuma Jomboleka

0 29

Sejarah Arya Kusuma Jomboleka

Di Dusun Talpitu Desa Ngemplak Kecamatan Karangpandan Kabupaten Karanganyar terdapat makam Arya Kusuma Jomboleko yang masih keturunan Prabu Brawijaya V raja Majapahit terakhir. Belum banyak yang mengetahui akan keberadaan makam tersebut.

Sejarah adanya makam tersebut juga belum banyak diketahui oleh masyarakat di Kabupaten Karanganyar. Di dekat Pulau Madura ada pulau kecil bernama Pulau Sapudi. Penguasa pulau tersebut mempunyai seorang puteri yang bernama Rara Supadi (nama Rara Supadi ini sampai sekarang juga belum diketahui nama aslinya.

Nama Rara Supadi diambil dari nama pulau asalnya. Rara Supadi diperisteri Prabu Brawijaya V. Mempunyai keturunan yang diberi nama Arya Kusuma / Arya Leka / Arya Pekik. Arya Leka berparas sangat tampan seperti ayahnya. Setelah dewasa beliau menjadi menantu Adipati Jaran Panole I di Madura.

Setelah mertuanya meninggal di Madura. Arya Leka kemudian dinobatkan menjadi Bupati di Sumenep Madura. Beliau menjadi pemimpin perang dan bergelar seperti mertuanya dengan sesebutan JARAN PANOLE SUMENEP. Arya Leka ditetapkan menjadi pemimpin prajurit kapal milik Prabu Brawiaya.

Akhir peperangan antara Demak Bintara dengan Majapahit. Karena terdesaknya Pengaruh agama Islam di Jawa. Jaran Panole II (Arya Leka) meninggalkan kerajaan Majapahit pergi sampai di kaki Gunung Lawu sebelah barat di bukit/puntuk kecil kemudian bernama Arya Jabal Leka.

Orang Jawa menyebut Arya Jambal Leka. Jabal artinya gunung atau bukit. Jabaleka artinya Gunung Leka, yang mana Arya Leka tinggal di tempat tersebut sampai meninggal dan dimakamkan di Jabaleka. Jaman dahulu ada yang menyebut Redi Dumilah, tetapi bukan Redi Dumilah di Puncak Gunung Lawu.

Jabaleka atau Redi Dumilah dulu diberi tanaman Pohon Tal (Siwalan) berjumlah tujuh. Dari kejadian tersebut sampai sekarang tempat itu bernama JABALEKA atau DUSUN TALPITU. Di Makam Jomboleka selain Arya Kusuma yang berada di tempat tersebut Istrinya yaitu Retno Kuning dan kerabatnya.

Beliau cikal bakal dusun tersebut dan oleh masyarakat setempat masih dikeramatkan keberadaanya. Pada hari-hari tertentu yaitu malam Jum’at Kliwon dan Selasa Kliwon banyak Peziarah dari luar daerah yang datang untuk tirakat. Menyepi untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Source http://tradisibudaya.blogspot.co.id/ http://tradisibudaya.blogspot.co.id/2012/11/upacara-adat-suran-jomboleka.html

Leave A Reply

Your email address will not be published.