Sejarah Alat Musik Angklung Reyog

0 281

Sejarah Alat Musik Angklung Reyog

Angklung Reyog merupakan alat senjata yang berfungsi juga sebagai perisai dari militer kerajaan bantarangin untuk menghadapi serangan kerajaan Lodaya yang memiliki banyak militan pada abad ke 9 sebelum berdirinya kerajaan Kediri. Angklung Reyog di bentuk menyerupai pagar bambu dan di beri sebuah jimat berupa untaian benang yang rumbai-rambai untuk mengalahkan musuh dan tidak di ciptakan untuk alat musik, tetapi dari peperangan antara kerajaan bantanrin dan lodaya di menangkan oleh pihak bantarangin, seluruh prajurit sangat senang dengan mengepalkan tangan ke atas tak terkecuali yang membawa senjata gada, cambuk maupun pagar bambu. Prajurit yang membawa pagar bambu karena begitu gembira, maka di hentakanlah tangan mereka ke langit-langit dengan keras hingga terjadinya kelonggaran pada tali dan menyebabkan benturan antar bambu sehingga menyebakan bunyi klong-klong dan terciptalah alat musik bernama Ongklong namun lebih terkenal dengan nama Angklung.

Saat era raja Majapahit Hayam wuruk hendak menemui calon istrinya di lapangan bubat, tetapi hayam wuruk di halangi pamannya bre wengker yang tidak menyetujui pernikahan tersebut, hingga di kerahkanlah pasukan inti majapahit yang telah menyatukan nusantara berasal dari wengker dengan menggunakan topeng wengker pula untuk menyerang rombongan mempelai perempuan yang sangat banyak, tidak ketinggalan pula senjata angklung ini menyudutkan pihak kerajaan dari mempelai perempuan. Dari sinilah, Angklung menyebar ke tanah sunda yang di bawa oleh kerabat mempelai perempuan yang masih hidup setelah tinggal beberapa saat di kerajaan Majapahit. Sedangkan saat pihak wengker melakukan pemberontakan kepada majapahit, banyak angklung yang di tinggal di kerajaan.

Sehingga saat serbuan dari Demak angklung-angklung dan gamelan di bawa ke Bali sehingga mengalami pergesaran dan kerusakan. Setiba di bali orang majapahit mengalami kesulitan saat merangkai gamelan termasuk Angklung, meski angklung di bali tidak di bentuk sedemikian rupa, tetapi tetap menghasilkan suara dengan cara di pukul layaknya gamelan yang terbuat dari logam, angkung ini berubah nama menjadi Rindik yang berasal dari bahasa jawa kuno yang berarti di tata dengan rapi dengan celah yang sedikit. Meskipun angklung reyog berhasil dirangkai dan terciptanya alat musik Rindik, Angklung Reyog tetap di gunakan untuk keperluan keagamaan dan kesenian hingga era kerajan Bali. Tetapi saat ini sudah tidak di teruskan seniman bali karena tidak mencerminkan keraifan lokal Bali.

Source https://id.wikipedia.org/wiki/Halaman_Utama https://id.wikipedia.org/wiki/Angklung_reyog
Comments
Loading...