Sedekah Gunung Merapi Malam 1 Suro Di Selo Boyolali

0 176

Sedekah Gunung Merapi Malam 1 Suro Di Selo Boyolali

Malam pergantian tahun dalam kalender Jawa atau yang lebih sering disebut malam 1 Suro atau 1 Muharram dalam penanggalan Islam. Malam 1 Suro merupakan malam yang penting dan dianggap sakral bagi banyak warga yang hidup dalam pengaruh budaya Jawa.

Di wilayah Solo Raya banyak masyarakat yang menggelar berbagai jenis ritual atau upacara adat. Termasuk juga warga yang tinggal di lereng Gunung Merapi. Warga Selo, Boyolali, khususnya Desa Lencoh, sangat akrab dengan tradisi di malam 1 Suro.

Warga mengenal dan masih menjalankan tradisi yang dikenal dengan sebutan Sedekah Gunung. Upacara yang dimaksudkan untuk memohon keselamatan bagi warga yang tinggal di sekitar Gunung Merapi. Upacara ini sudah digelar sejak zaman nenek moyang warga lokal.

Upacara Sedekah Gunung ini adalah sesaji berupa kepala kerbau yang diikutkan dalam sesaji yang dilarungkan ke kawah di puncak Merapi. Selain sesaji berupa kepala kerbau, prosesi yang rutin digelar di Joglo Merapi, Desa Lencoh, Boyolali ini biasa dikemas dalam sebuah festival. Di dalam festival atau prosesi itu juga akan ada hiburan berupa pertunjukan tari dan kesenian yang dibawakan oleh sanggar seni atau seniman lokal.

Seluruh prosesi Sedekah Gunung Merapi pada malam 1 Suro digelar mulai dari jam 8 malam bertempat di Joglo Merapi, Desa Lencoh. Di area ini, warga yang hadir memeriahkan acara akan dihibur dengan suguhan pembuka berupa pentas tari dan kesenian.

Prosesi pembacaan legenda Sedekah Gunung menjadi agenda kedua setelah sajian pembuka. Begitu selesai dengan pembacaan legenda, prosesi akan dilanjutkan dengan pembacaan doa atas segala sesajian yang sudah disiapkan.

Bersamaan dengan pembacaan doa itu, kidung-kidungan berupa doa juga akan dilantunkan. Sesajian dalam ritual adat ini meliputi berbagai ubo rampe. Selain kepala kerbau yang pokok dan wajib, terdapat juga dalam sesaji itu seperti tumpeng nasi jagung, brubus daun lumbugomokacung-acungbothok sempuro, palawija, rokok klobot, pisang, kembang kanthil, kunir, telur, serta uang logam seratusan.

Kepala kerbau dan sesaji lainnya pada akhirnya akan dibawa menuju puncak Merapi untuk dilarungkan di kawah gunung yang dipercaya dijaga oleh Kyai Petruk. Sementara sesaji berupa tumpeng nasi jagung pada akhirnya akan menjadi rebutan warga yang hadir di Joglo Merapi.

Source http://chic-id.com/ http://chic-id.com/sedekah-gunung-merapi-malam-1-suro-di-selo-boyolali/
Comments
Loading...