Sedekah Gumbrengan Yogyakarta

0 31

Sedekah Gumbrengan

Di Kabupaten Gunungkidul terdapat puluhan tradisi warisan leluhur yang saat ini masih di uri – uri (lestarikan) salah satunya adalah sedekah Gumbregan. Pelaksanaan upacara ini sesuai dengan wuku Gumbreg, untuk lembu jatuh pada senin wage.
Gumbregan Merupakan upacara adat guna menyelamati hewan – hewan yang sering digunakan untuk membantu petani dalam hal pengolahan pertanian seperti membajak dll. Hewan ini  diselamati agar ia selamat sehingga dapat mengerjakan kembali lahan pertanian pada musim tanam di tahun berikutnya. Latar belakang dilaksanakannya upacara ini bahwa masyarakat beranggapan bahwa seluruh hewan–hewan di dunia ini milik Kanjeng Nabi Sulaiman. Pelaksanaan upacara dilaksanakan malam hari setelah Isya  kira–kira pukul 19.00 Wib. Jalannya upacara semua sesaji dikendurikan bersama dirumah bapak kepala dusun ataupun rumah sesepuh setempat, peserta upacara adalah kaum laki–laki si pemilik hewan atau anak laki –laki.
Adapun beberapa rangkaian sesaji untuk upacara Gumbregan :
  1. Jadah aran yaitu ketan yang dikukus kemudian dipenak, ketan mempunyai, sifat pliket dimaksudkan agar tradisi ini melekat di masyarakat.
  2. Among–among (mong – mong) yaitu nasi putih yang dibuat lancip, ukurannya kecil disekelilingnya terdapat lauk pauk sebanyak dua buah.
  3. Brokohan yaitu semua hasil bumi, ketela pohon, gembili, kimpul, uwi, ubi jalar dll. Makanan tersebut merupakan makanan bagi hewan yang  disebut  Gumbreg.
  4. Aneka kupat (kupat Luwar, Kupat lepet, Kupat kodok)
  5. Jenang katul
Puncak upacara Gumbregan pada akhir doa yang dibacakan oleh pemimpin doa, yang diakhiri dengan makan bersama dan berteriak “Surakyun” sedangakan jenang katul dibawa pulang untuk diberikan kepada hewan piaraannya dan kupat serta pala kependem dipasang di pintu kandang.
Source https://budaya-indonesia.org https://budaya-indonesia.org/Sedekah-Gumbrengan/
Comments
Loading...