Sedekah Bumi, Tradisi Masyarakat Cilacap Di Bulan Suro

0 39

Di Cilacap, kegiatan ritual budaya yang mirip sedekah laut namun yang menjadi obyeknya adalah bumi masih terus dilakukan. Sehingga, ada yang menyebutnya memetri bumi, ada juga yang menyebutnya sedekah bumi. Sedangkan dikalangan umat Islam kemudian bernama selamatan bumi. Kalau di desa-desa memang lebih pada tradisi. Sebenarnya itu juga sebagai atraksi budaya.

Salah satunya tradisi tenongan yang sudah berabad-abad lamanya. Tenong pada jaman dahulu digunakan sebagai tempat menyimpan makanan. Dan pada saat ada agenda adat, tenong digunakan untuk menyimpan sesaji. Sedangkan untuk memetri bumi biasanya digunakan untuk menyimpan tumpeng kecil dengan seluruh kelengakapannya. Sebenarnya ada dua kepentingan yang bisa saling mendukung dalam setiap perhelatan tradisi tersebut. Yakni, tradisi sedekah bumi yang sama dengan sedekah laut untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tujuannya sama, yakni untuk mengungkapkan rasa syukur, biasanya dipuncaki dengan pegelaran wayang kulit. Sedangkan kepentingan yang lain adalah acara-acara tersebut dijadikan atraksi budaya yang digabungkan untuk pariwisata. Karena itu, panitia di desa diminta untuk bisa mengemas kagiatan itu tidak hanya sekedar tradisi.

Nilai kegiatan memetri bumi di desa-desa lebih cenderung sebagai kegiatan religi. Sebab, wayang dan tradisi tenongan dinilai sebagai simbol ungkapan rasa syukur. Kalau wayangan itu berhubungan dengan ruwat. Dan tenongan itu biasanya untuk kenduri atau sekarang ditambah dengan tahlilan. Ada juga yang mengatakan jika selamatan bumi merupakan tradisi yang sudah turun temurun. Sekarang bisa jadi sudah di gabungkan dengan kegiatan keagamaan lainnya.

Source https://radarbanyumas.co.id https://radarbanyumas.co.id/sedekah-bumi-masih-menjadi-tradisi-masyarakat-cilacap-di-bulan-suro/
Comments
Loading...