Sastra Jawa Tengahan

0 363

Sastra Jawa Tengahan

SJT biasanya disingkat.Singkatan ini ialah Sastra Jawa Tengahan  ,yang muncul di Kerajaan Majapahit, mulai dari abad ke-13 sampai kira-kira abad ke-16 yaitu pada era masuknya Islam ke Jawa. Menurut buku Kapustakan Djawi oleh Prof. Dr. R.M. Ng. Poerbatjaraka, Sastra Jawa Tengahan mempunyai ciri-ciri yang terletak pada gaya bahasa. Dimana contoh dari Sastra Jawa Kuna ialah :

-Ramayana,

-Arjunawiwaha,

-Baratayuda, dan sebagainya.Era dari hal tersebut hanya sampai pada kerajaan Singosari saja.

Pada waktu itu pada  Jawa tengahan  di gunakan untuk berbicara atau menulis karya sastra. Ketika di zaman Majapahit, bahasa jawa tengahan telah menjadi bahasa yang umum digunakan dalam percakapan sehari-hari. Akan tetapi, dalam karya-karya sastranya, seperti :

-kidung, para pengarang masih mempertahankan bahasa yang ada di dalam kitab-kitab terdahulu (bahasa jawa kuna), yaitu pada kitab Nagarakertagama, Arjunawijaya, dan lain sebagainya.

Dan pada sejarahnya bahasa Jawa Kuna juga sudah menjadi bahasa yang asing digunakan oleh para pujangga dan orang-orang kerajaan, Bahasa Jawa penggunaannya sangat terbatas di kala itu sebab hanya orang yang ahli yang tau bahasanya tersebut.

Penggunaan  bahasa Jawa Kuna juga sudah tidak digunakan lagi dalam pemerintahan.  Karena kebiasaan para rakyat memakai bahasa jawa tengahan, kemudian bahasa jawa tengahan bertansformasi menjadi bahasa baru atau bahasa untuk pemerintahan. Begitu juga dengan karya sastra atau bacaan-bacaan, banyak sekali warga yang tidak lagi memahami karya sastra Jawa Kuna, sehingga muncullah sebuah karya dengan menggunakan bahasa Jawa Tengahan .Pada waktu zaman tersebut Macapat juga muncul.

Ada juga kidung yang menggunakan bahasa jawa tengahan yang berisi tentang sekar ageng, sekar kawi tetapi patokan terhadap guru lagu sudah ditinggalkan. Yang diambil hanya jumlah wanda.Contoh karya sastra pada era jawa pertengahan adalah :

kitab Tantu Panggelaran (selanjutnya disingkat TP), TP ditulis pada zaman Majapahit kemudian diteliti oleh Dr. Th. Pigeaud pada tahun 1924 di Leiden.

Source Sastra Jawa Tengahan Cah Sastra Jawa BUDAYA Guyon Waton, dudu Waton Guyon SASTRA Cerkak Geguritan Jagad Padalangan Sastra Jawa Tengahan (Bentuk dan Ciri-Cirinya dalam Karya)
Comments
Loading...