Sastra Jawa : Sejarah Kitab Dala’il Khairat, Pegangan

0 102

Membaca Kitab Dalail Kahirat yang lidah orang Cilegon menyebutnya Dula’ilan di Masjid, Langgar atau Mushola pada saat menjelang berbuka puasa di bulan Ramadhan sudah menjadi tradisi dan ritual ruti bagi masyarakat Cilegon dan Banten umumnya di perkampungan. Namun sepertinya kearifan lokal yang bernuansa Islam ini semakin terkikis oleh modernisasi global. Padahal, seperti halnya Al-Qur’an, Dalail Khairat ini juga kerap dimusabaqahkan. Apalagi dalam bulan atau momentum Panjang Maulid Nabi Muhammad SAW yang dalam perayaannya setiap bulan Maulid juga diisi dengan membaca Dala’il Khairat ini.

Untuk diketahui, Kitab Dalail Khairat disusun oleh Abu Abdillah Muhammad Ibn Sulaiman al-Jazuliy al-Simlaliy al-Syarif al-Hasani, yang lebih dikenal dengan sebutan Imam atau Syekh al-Jazuliy. Ia dilahirkan di Jazulah, Marokko, Afrika. Imam al-Jazuliy belajar di Fas yaitu sebuah kota yang cukup ramai yang terletak tak jauh dari Mesir. Di kota ini pula ia menulis kitab Dalail Khairat yang terkenal itu. Kitab ini merupakan kumpulan Shalawat dengan beragam versi redaksi.

Sebagaimana al-Barzanji, muatan shalawat dengan berbagai variannya, sanjungan kepada Kanjeng Nabi mUhammad SAW dengan keindahan bahasa. Adapun sebab musabab Sayyid Muhammad Al-Jazuli mengarang kitab Dalail Khairat adalah karena pada suatu saat beliau singgah di suatu desa bertepatan dengan waktu (habisnya) sholat Dhuhur. Tetapi beliau tidak menjumpai air wudhu.

Source faktabanten.co.id faktabanten.co.id/sejarah-kitab-dalail-khairat-pegangan-tradisi-ke-islaman-di-banten
Comments
Loading...