Sastra Jawa : Naskah Kuno Betawi dari Abad ke19

0 81

Sebagai negara yang penduduknya terdiri dari beragam etnis dan suku bangsa, Indonesia menjadi salah satu negara terkaya akan warisan manuskrip. Indonesia patut bersyukur, mengingat tidak semua negara memiliki warisan tertulis tentang masa lalunya. Apalagi, warisan manuskrip yang dimiliki Indonesia tidak hanya kaya dari segi jumlah, tapi juga kaya dilihat dari ragam jenis bahasa dan aksara yang digunakan. Naskah kuno Pecenongan karya sastrawan Muhammad Bakir merupakan salah satu warisan manuskrip yang dimiliki Indonesia dari abad ke-19.

Naskah kuno tersebut yang kini tersimpan rapi di Perpustakaan Nasional merupakan bagian kecil dari begitu banyak manuskrip Betawi yang kebanyakan berada di luar negeri. Tercatat berbagai manuskrip kuno tulisan Sapian bin Usman, Sapirin bin Usman, dan Ahmad Baramka kini berada di Leiden dan sebagian di Saint Petersburg. Muhammad Bakir yang menulis naskah Pecenongan merupakan tokoh yang ada di masa peralihan antara sastra klasik dan sastra modern Indonesia.

Tinggal di sebuah langgar dan besar di sebuah kawasan yang disebut Pecenongan, Muhamad Bakir beraktivitas mengajarkan anak-anak membaca Alquran dan dasar-dasar agama Islam. Tak heran jika dalam naskah tulisannya tersirat pesan-pesan moral sesuai dengan ajaran Islam yang diyakininya. Naskah tulisan Muhammad Bakir kebanyakan berupa hikayat. Hikayat merupakan salah satu genre dalam sastra klasik yang di dalamnya mengandung fantasi.

Source wayangku.id
Comments
Loading...