Sastra Jawa Baru

0 324

Sastra Jawa Baru

Berbeda dengan Sastra Jawa Kuna dan Sastra Jawa Tengahan yang tidak menyisakan sastra lisan, Sastra Jawa Baru masih meninggalkan sastra dalam bentuk lisan. Sastra Lisan kebanyakan berkembang dalam tradisi masyarakat lokal bersama folklor setempat.Bisa juga disebut dengan Cerita Rakyat.

Sastra Kapujanggan merupakan sebutan juga untuk Sastra Jawa Baru. Hal tersebut sebab kebanyakan ditulis oleh para pujangga kerajaan. Selama abad XVIII dan XIX dikenal tiga belas nama tokoh pujangga besar, Para pujangga yang menulis Karyanya di zaman ini ialah diantaranya :

Pangeran Adilangu II

Pangeran Adilangu atau Kadilangu II adalah keturunan Sunan Kalijaga yang juga dikenal sebagai Pangeran Adilangu. Karyanya adalah :

-Babad Pajajaran,

-Babad Demak,

-Babad Mentawis.

Carik Bajra (wafat 1751)

 Sarataruna  adalah nama untuk masa mudanya yang bekerja sebagai juru tulis di rumah Tumenggung Kartanegara. Karyanya adalah BabadKartasura dan BabadTanahJawi.Ia juga pernah di nobatkan sebagai juru tulis istana dan memiliki gelar  Carik Bajra.

Raden Ngabehi Yasadipura I (1729 – 1803)

Ayahnya adalah Tumenggung Padmanagara, seorang jaksa pada masa Kartasura.Ia lahir di Desa yang bernama desa Pengging.  Karya-karyanya adalah: Tajusalatin, Iskandar, Panji Anggreni, Babad Giyanti, Sewaka, Ambiya, Menak, Baratayuda (jarwa), Babad Prayut, Cebolek, Arjunawiwaha (jarwa), Arjunasasrabahu (jarwa), Rama (jarwa), Panitisastra (Kawi Miring), Dewa Ruci (jarwa), Babad Pakepung.

Raden Ngabehi Yasadipura II (1756 – 1844)

 Ia memiliki beberapa nama lain, yakni Raden Panjangwasita, R.Ng. Ranggawarsita I, dan Tumenggung Sastranagara. Ia diangkat sebagai pujangga kerajaan setelah ayahnya wafat. Ia juga bekerjasama dengan Kiai Ranggasutrasna, Kiai Ngabehi Sastradipura, dan Pangeran Adipati Anom Hamengkubuwana III (PB V) menyusun Serat Centhini.

Karya-karya Yasadipura II antara lain:

Serat Arjunasasra atau Serat Lokapala, Serat Darmasunya, Serat Panitisastra, Serat Kawidasanama, Serat Ambiya, Serat Musa, Serat Sasana Sunu, Babad Pakepung, Serat Wicara Keras, dan Serat Centhini. Kemungkinan bersama CF Winter ia juga menggubah Serat Baratayuda dan Serat Ramayana.

Raden Ngabehi Ranggawarsita (18 Maret 1802 – 23 Desember 1873)

Ia merupakan  putra Raden Ngabehi Panjangswara atau Raden Ngabehi Ranggawarsita II. Karya-karya yang banyak dikenal masyarakat antara lain:

Serat Kalatidha, Serat Jaka Lodhang, Serat Sabdajati, Serat Wirid Hidayat Jati, Serat Pustakaraja Purwa, Serat Jayengbaya.

Source Sastra Jawa Baru aloysiusindratmo
Comments
Loading...