Sansan Tradisi Kayuagung

0 39

Sansan Tradisi Kayuagung

Pada umumnya adat istiadat kelurahan Paku sama dengan seluruh adat istiadat kayuagung, Kayuagung adalah kecamatan dari kelurahan Paku.

Di Kayuagung terdapat berbagai adat, mulai dari adat pernikahan, adat kematian, adat kelahiran, dan adat hari besar (idul Fitri). Nah kali ini kita akan membahas adat perkawinan di Kayuagung, yang di dalamnya terdapat Upacara Adat Baju Pesalin.

Upacara Adat Baju Pesalin

Baju pesalin untuk kaum laki-laki adalah potongan kebaya panjang terbuat dari bahan kain cita polos atau berbunga. Baju pesalin diberikan pihak laki-laki kepada pihak keluarga besar laki-laki. Adat perkawinan pinang dibelah baju pesalin ini hanya untuk keturunan kedua dan ketiga, yang diambil dari masing-masing ibu atau bapak bersaudarasebelah menyebelah.
Mabang Handak, sebaliknya adat perkawinan, baju pesalin ini sampai maksimal Buyut bersaudara dan menurut panggilan atau sebutan masyarakat adat yaitu pesalin Sunow Liyoh (Sunow=bakar, Liyoh=jerami) makna dan artinya lebih kurang tidak saja kayu anak yang dibakar, bahkan jeramipun turut  habis dibakar.
Menurut hukum adat kayuagung yang berhak atas baju pesalin ini ialah keturunan lurus sebelah baik dari ibu atau bapak pengantin laki-laki.
Baju pesalin yang diantar oleh keluarga pihak mempelai perempuan, yang mengutus salah satu proatinnya menyerahkannya pada proatin sebelah keluarga mempelai laki-laki. Sebelum diserahkan terlebih dahulu menyerahkan tepak kehormatan diiringi dengan ucapan (cawe) sebagai berikut: “sikam je kobe kinyak pance gawi, nyorahkan kawai pesalin aje sorte kilu pakaikon” (kami diutus proatin kami menyerahkan baju pesalin ini dan minta dipakaikan). Penyerahan baju pesalin diterima oleh proatin pihak mempelai laki-laki sambil mengucapkan terima kasih dan kepada petugas disuguhkan segelas air minum.
Khusus untuk orang tua mempelai laki-laki baju pesalinnya lain dari orang banyak, yaitu atu stel baju teluk belanga lengkap dengan kain pelikat atau kain gebeng. Pengantin laki-laki diberikan juga baju pesalin minimal sehelai kain tajung/gebeng serta sehelai syal.

Tugas penerima atau pemakai baju pesalin ini selain menerima tamu-tamu, menarik juli (tandu pengantin)  yang bermuatan kedua pengantin dan kedua orang tua masing-masing serta mengangkut barang-barang bawaan mempelai perempuan yang disebut masyarakat hukum adat kelurahan paku yaitu: San-san.

Source http://etnikom.com http://etnikom.com/sansan-tradisi-kayuagung/
Comments
Loading...