Sampyong, Kesenian Adu Nyali Asli Majalengka

0 316

Sempyong Majalengka adalah kesenian adu ketangkasan dan kekuatan memukul dan dipukul dengan mengunakan alat yang terbuat dari kayu atau rotan berukuran 60 cm.

Asal Kesenian Sampyong

Kesenian Sempyong ini berasal dari Kabupaten Majalengka Jawa Barat yang terletak di antara perbatasan kabupaten Indramayu di utara, kabupaten Cirebon dan kabupaten Kuningan di timur, kabupaten Ciamis dan kabupaten Tasikmalaya di selatan, serta kabupaten Sumedang di barat, ternyata mempunyai kesenian tradisional yang harus di lestarikan salah satunya adalah kesenian sampyong Majalengka.

Sejarah Kesenian Sampyong

Konon, pada tahun 1960 di daerah Cibodas Kecamatan Majalengka tumbuh sebuah permainan rakyat yang dikenal dengan ujungan. Pemain terdiri atas dua orang yang saling berhadapan, baik laki-laki maupun perempuan, dipimpin oleh seorang wasit yang disebut malandang. Kedua pemain menggunakan teregos, yaitu tutup kepala yang terbuat dari kain yang diisi dengan bahan-bahan empuk sebagai pelindung kepala. Tutup kepala demikian dikenal pula dengan sebutan balakutal. Sasaran pukulan pada permainan ujungan tidak terbatas, dari ujung kepala hingga ujung kaki tanpa di tangkis. Seorang pemain dapat memukul lawanya sebanyak-banyaknya, atau bahkan dipukul sebanyak-banyaknya, hingga salah seorang diantaranya dinyatakan kalah karena tidak lagi kuat manehan rasa sakit akibat pukulan.

Keunikan permainan ini selain aksi pukul memukul serta unsur kekebalan tubuh dan unsur magisnya adalah adanya unsur kesenian yang kental. Hal tersebut karena sampyong diiringi oleh seperangkat gamelan tetabuhan yang khas serta para pemain selama bertanding melakukan ngibing sesuai irama gamelan. Selain itu juga para pemain dalam memukul lawannya harus sesuai dengan ketukan irama gamelan.

Tokoh-Tokoh Yang Berjasa

Tokoh – tokoh yang berjasa dalam mengembangkan dan melestarikan kesenian sampyong ini adalah antara lain : Sanen (Almarhum), Abah Lewo, Mang Kiyun, mang Karta, K. Almawi, Baron, Komar, Anah, Emindan beberapa tokoh lainnya yang tersebar di beberapa daerah Majalengka. Berkat keulatan para tokoh tersebut, sampyong tersebar kebeberapa daerah diantaranya Cibodas, Kulur, Sidangkasih, Cijati, Simpeureum, Pasirmuncang, dan beberapa daerah lainnya. Sebagai penghormatan, kelompok seni sampyong Mekar Padesaan dari simpeureum pernah mewakili Jawa Barat pada event pertunjukan seni olah raga di Bali beberapa waktu yang lalu.

Source Sampyong, Kesenian Adu Nyali Asli Majalengka Sampyong, Kesenian Adu Nyali Asli Majalengka Sampyong, Kesenian Adu Nyali Asli Majalengka
Comments
Loading...