Sajen Pisang Sanggan

0 173

Sajen Pisang Sanggan

Sajen ini diwujudkan dalam bentuk pisang raja setangkep (dua sisir) yang buahnya berjumlah genap pada masing-masing sisirnya. Di atasnya terdapat kembang telon (kanthil, melati, kenanga), seikat benang lawe, dan ubarampe kinang atau ganten (daun sirih, enjet/kapur, gambir, susur/tembakau, buah jambe, dan daun sogok telik), masing-masing diletakkan dalam sebuah takir dan ditambah dengan boreh. Makna sajen pisang sanggan dan kembang telonadalah ketika sudah mencapai bulan kelahiran, maka jabang bayi akan lahir ke dunia.

Ceritanya, saat Batara Gurutelah mendapatkan air amerta (air kehidupan) dari hasil mengaduk-aduk laut, maka yang digambarkan adalah wujud dunia ini, yang kemudian disimbolkan dengan pisang raja. Orang Jawa kuno sudah beranggapan bahwa, bumi ini bulat tanpa ujung pangkalnya. Sedangkan sesaji kembang telon, melati, kanthil, dan kenanga merupakan perwujudan dari ketiga dunia ini. Paham Jawa Kuno mengenal adanya tiga dunia, yaitu dunia atas, dunia tengah, dan dunia bawah. Sesaji dalam wujud ubarampe kinang dan boreh bermakna bahwa bayi yang lahir pasti disambut dengan suasana suka cita seperti makan kinang akan merasakan manis. Begitulah gambaran manusia hidup di bumi dalam mencari hidup selalu ada pergulatan dan kesulitan, untuk meraih suatu kebahagiaan dari tujuan hidup.

Source https://wongjowointheblog.blogspot.comhttps://wongjowointheblog.blogspot.com https://wongjowointheblog.blogspot.com/2017/05/macam-macam-acara-memakai-sesajen.html
Comments
Loading...