Sajen Jenang-jenangan

0 14

Sajen jenang-jenangan

Sajen jenang-jenangan dalam ritual Jawa adalah sesaji atau sajen yang dilakukan untuk merayakan peristiwa kelahiran. Jenang atau bubur merupakan ubo rampe yang selalu dilakukan orang Jawa ketika terjadi kelahiran seorang anak. Ubo rampe ini terdiri dari jenang putih, jenang abang, jenang baro-baro, dan jenang pliringan yang masing-masing memiliki makna yang berbeda.

Macam-Macam Sajen Jenang-Jenangan

  • Jenang Putih adalah bubur yang berwarna putih. Bubur putih merupakan ubo rampe yang terbuat dari beras dan diberi sedikit garam. Bubur putih ini dimaksudkan sebagai penghormatan dan harapan seseorang yang ditujukan kepada orang tua atau leluhurnya agar senantiasa diberi doa restu dan mendapatkan keselamatan. Oleh nenek moyang orang Jawa, bubur putih dimaksudkan sebagai bibit dari ayah atau sperma atau darah putih.Pada ritual sesaji, ubo rampe jenang putih ini selalu disertai dengan jenang abang karena masing-masing memiliki makna tersendiri dan menjadi semacam pangan yang tidak bisa dipisahkan.
  • Jenang Abang adalah bubur yang berwarna merah. Bubur merah merupakan ubo rampe yang terbuat dari beras dengan dibumbui sedikit garam dan dicampur dengan gula Jawa sehingga berwarna merah. Jenang Abang dimaksudkan sebagai penghormatan dan permohonan kepada orang tua agar diberi doa dan restu sehingga selalu mendapatkan keselamatan. Jenang abang dimaksudkan pula sebagai lambang bibit dari ibu atau darah merah.

Jenang abang dan jenang putih ini dimaksudkan sebagai lambang kehidupan manusia yang tercipta dari air kehidupan orang tuanya. Dalam hal ini bersatunya sperma atau dilambangkan sebagai darah putih. Jenang abang dan jenang putih diartikan sebagai simbol terjadinya anak karena bersatunya darah dari ayah dan ibu. Maka dari itu maksud dari sajen jenang abang dan jenang putih adalah sebagai bentuk setiap orang untuk menghormati orang tuanya.

  • Jenang baro-baro adalah bubur yang terbuat dari bekatul atau tepung kulit beras dan di atasnya diberi potongan kecil-kecil gula merah.Ubo rampe jenang baro-baro ini dimaksdkan sebagai penghormatan kepada kakang kawah adi ari-ari atau air ketuban dan tembuni yang keluar saat bayi dilahirkan. Oleh nenek moyang orang Jawa, kakang kawah dan adi ari-ari dipercaya sebagai saudara gaib jabang bayi. Air kawah atau ketuban dipercaya sebagai saudara tua atau kakak sedangkan tembuni dipercaya sebagai saudara muda atau adik. Ubo rampe jenang baro-baro disajikan agar orang yang sedang melakukan selamatan dan hajatan tidak diganggu.
  • Jenang pliringan adalah bubur yang terbuat dari beras yang bentuknya separuh merah dan separuh putih. Ubo rame jenang pliringan ini dimaksudkan sebagai penghormatan kepada prajurit Ratu Kidul yang bertugas di angkasa dan daratan.Penghormatan ini dimaksudkan agar antara manusia dan mahluk halus sebagai sesama mahluk Tuhan dapat seiring dalam menjalani kehidupan dan tidak saling mengganggu.
Source https://id.wikipedia.org https://id.wikipedia.org/wiki/Sajen_jenang-jenangan

Leave A Reply

Your email address will not be published.