Sajen Brokohan

0 134

Sajen ini diwujudkan dalam bentuk sesaji berupa kelapa tidak utuh, gula jawa tidak utuh, cendol atau dawet dalam periuk kecil, dan telur bebek mentah. Di samping itu, juga terdapat sesaji yang berupa sepasang ayam dewasa yang diletakkan dalam kurungan kranji. Makna sajen brokohan merupakan manifestasi dari siklus manusia ketika masih di dalam rahim Sang Ilahi. Sebelum terbentuk, embrio berasal dari pertemuan benih laki-laki yang berupa sperma (dalam bahasa Jawa kuno disebut sukra) dengan benih perempuan yang berupa sel telur (atau swanita).

Kelapa tidak utuh merupakan simbol sel sperma, sedangkan gula jawa adalah simbol sel telur. Ketika keduanya bertemu muncullah bibit kehidupan atau embrio, yang disimbolkan dengan cendol atau dawet dalam periuk kecil. Menurut orang Jawa, roh dari embrio-embrio ini masih berada di alam awang-uwung atau langit biru, disimbolkan dengan telur bebek yang kulitnya berwarna biru langit. Siklus manusia yang masih berada di dalam rahim Sang Ilahi belum bebas adanya, disimbolkan oleh sepasang ayam dewasa dalam kurungan kranji.

Source https://wongjowointheblog.blogspot.com https://wongjowointheblog.blogspot.com/2017/05/macam-macam-acara-memakai-sesajen.html
Comments
Loading...