Sadranan Makam Kyai Langsur

0 41

Sadranan Makam Kyai Langsur

Di desa Klurahan, kelurahan Sukoharjo, kecamatan Sukoharjo, Jawa tengah memiliki sebuah tradisi yang biasa dilakukan setahun sekali pada bulan purnama sekitar bulan September. Di desa tersebut terdapat sebuah makam bangsawan keraton Surakarta bernama KGPH Haryo Suryobroto yang lebih dikenal sebagai Kyai Langsur di desa Klurahan. Tradisi ini biasa disebut dengan tradisi “Sadranan*.

Memang Sadranan merupakan tradisi orang Jawa untuk berziarah di makam leluhur. Namun, Sadranan di desa Klurahan ini sedikit berbeda dengan di daerah lain. Acara ini dilakukan di makam Kyai Langsur, berbagai acara yang disajikan seperti karawitan, seni tari dan permainan lesung. Tata cara pelaksanaan Sadranan di makam kyai Langsur dimulai acara doa bersama pada malam hari. Kemudian keesokan harinya diadakan kirab dari rumah salah seorang penduduk yang konon dianggap sebagai penemu makam kyai Langsur. Kirab dilaksanakan dengan nuansa jawa, semua orang memakai pakaian adat Jawa dengan diiringi suara gamelan. Berbagai barang yang biasa dibawa antara lain tombak, payung, dan bunga untuk nyekar.

Selanjutnya, acara yang dilakukan seperti sambutan dari bupati, pembacaan sejarah makam kyai Langsur, berbagai pertunjukan, doa bersama, nyekar dan diakhiri dengan acara makan bersama. Berbagai tradisi yang menjadi khas di makam kyai Langsur ialah ketika seorang pemuda asal kampung Klurahan menikah dengan perempuan daerah lain maka mereka harus di iringi memutari makam kyai Langsur. Berbagai pantangan yang tak boleh dilakukan oleh penduduk desa Klurahan karena kyai Langsur antara lain semua warga desa Klurahan dilarang untuk memelihara sapi, babi dan kuda. Oleh karena itu, dulu kebanyakan warga Klurahan memelihara kerbau. Sampai sekarang desa Klurahan masih menjadi tempat orang-orang luar desa untuk melihat kerbau.

Source https://budaya-indonesia.org https://budaya-indonesia.org/Sadranan-Makam-Kyai-Langsur/
Comments
Loading...