Sadranan di Tlogopucang Temanggung

0 162

 Sadranan di Tlogopucang Temanggung merupakan sebuah tradisi budaya tradisional sadranan yang turun temurun, yang sampai sekarang masih hidup yang dilestarikan oleh masyarakat Desa Tlogopucang Kecamatan Kandangan Kabupaten Temanggung, dimana ini dapat di kembangkan menjadi salah satu potensi wisata budaya bagi wisatawan asing maupun local.

Sadranan di Tlogopucang Temanggung ini dilaksanakan setiap bulan Suro tepatnya tanggal 11 Suro atau pada tahun ini di laksanakan pada tanggal 1 Oktober 2017 menurut tahun Masehi,  pada pukul 08.00 wib sampai selesai sekitar jam 10.00 wib.

Lokasi sadranan tepatnya di makam Kiai Kramat di desa Tlogopucang yang letaknya di sebuah bukit Pinus, dimana pada jaman dahulu Kiai Kramat ini dipercaya oleh warga sekitar sebagai seorang Kiai yang menyebarkan siar agama Islam di kawasan Desa Tlogopucang yang mempunyai wibawa dan khasrisma bagi masyarakat sekitar. Maka untuk mengenangnya setiap bulan Suro diadakan sadranan ini, dimana masyarakat sekitar menyebut acara ini dengan nama sadranan Kiai Kramat.

Sadranan bagi masayarakat Desa Togopucang sebenarnya merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat, hidayah serta rejeki yang melimpah selama ini yang mereka terima sehingga hasil panen pertanian yang melimpah sehingga dapat untuk hidup dan memberi makan keluarga serta kebutuhan sehari-hari.

Ada keunikan pada sadranan di Tlogopucang Temanggung ini, mereka pada umumnya membawa tenong (tempat makanan yang terbuat dari bambu) yang di dalamnya berisi makanan yang mereka konsumsi sehari hari seperti masakan telur goreng, ayam bacem, nasi dan jajan pasar. Tenong ini biasanya di letakan di atas kepala tapi ada pula yang di pikul.

Rata-rata datangnya pun mereka secara bersamaan dan bergelombang, karena acaranya letaknya di atas bukit, maka dapat kita saksikan kegiatan mereka menaiki bukit secara bersamaan dan bergelombang sambil membawa tenong ini. Satu pemandangan yang sangat eksotis sekali dan jarang kita temui di tempat lainnya.

Ketika di atas bukit yang merupakan makam Kiai Kramat, masyarakat Desa Tlogopucang Temanggung ini melakukan ritual keagamaan, bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Setelah acara ini mereka membuka tenong yang berisi makanan tadi di gelar dengan alas daun pisang untuk mereka santap bersama-sama. Suatu kebersamaan warga yang merupakan warisan nenek moyang kita yang masih tumbuh subur di desa ini. Mereka lebih mementingkan kebersamaan lewat sadranan ini, serta masih mengutamakan guyub rukun, gotong royong dan membantu yang kesusahan.

Acara ini tidak hanya diikuti oleh orang tua saja, anak-anak bahkan banyak yang hadir pada sadranan ini. Ini sangat berguna sekali untuk kelangsungan acara tradisional ini, dimana merekalah nanti yang akan meneruskan tradisi budaya tradisonal ini.

Kebersamaan budaya tradisional melalui sadranan ini sangat menarik untuk kita saksikan bersama, karena acara ini sangat berhubungan dengan latar belakang atau tradisi masyarakat serta merupakan salah satu kearifan budaya yang tumbuh subur di masyarakat kita serta dapat di jadikan sebagai salah satu andalan destinasi wisata budaya di Desa Tlogopucang dan Kabupaten Temanggung pada umumnya.

Source https://myimage.id https://myimage.id/uniknya-sadranan-di-tlogopucang-temanggung/
Comments
Loading...