Sadran dan Tabur Benih Giriharjo

0 269

Sadran dan Tabur Benih Giriharjo

Desa Giriharjo terletak di Kecamatan Panggang, Gunung Kidul. Penduduknya yang sebagian besar bertani ini, memiliki beberapa upacara adat yang berkaitan dengan leluhur dan bumi tani. Upacara yang berkaitan dengan leluhur disebut Sadran Giriharjo dan yang berkaitan dengan pertanian disebut Tabur Benih.

Upacara Sadran dilakukan satu tahun satu kali di setiap bulan Ruwah. Upacara ini berupa berziarah ke makam leluhur. Hubungan antara manusia zaman sekarang dengan para leluhur terjadi dalam upacara adat ini. Di dalamnya, terkandung makna cinta, dan balas budi kepada leluhur. Sebelum upacara Sadran, penduduk setempat membuat ketan, kolak, apem dan sesaji lainnya yaitu sega gurih dan lauk pauknya.

Rangkaian sesaji upacara:
– Apem, sebagai lambang permintaan maaf (ngapura),
– Kolak, sebagai lambang kebenaran (kolado),
– Ketan, sebagai lambang kesalahan (khotan),
– Nasi gurih dan lauk pauk, sebagai lambang kebesaran Yang Maha Agung.

Pelaksanaan upacara pada tanggal 25 Ruwah dilaksanakan siang hari sampai sore, tradisi ini dimulai dengan Rasulan atau Sedhekahan yang biasanya dilakukan setelah panen. Para warga membuat makanan untuk slametan rasulan berupa satu tumpeng kecil dan ingkung, selanjutnya berkumpul di rumah Kadus dengan membawa tumpeng masing–masing dan dilakukan doa bersama dan makan bersama (kenduri). Setelah selesai baru diadakan ziarah ke makan leluhur. Pada siang hari dan malam harinya, diadakan acara kesenian dan wayang kulit.

Sedangkan upacara Tabur Benih, dilakukan para petani dengan mengadakan slametan untuk memohon kepada leluhur dan Yang Maha Agung supaya benih yang ditabur dapat tumbuh subur dan tidak diganggu hama serta memohon keselamatan, perlindungan dan kesehatan para petani karena mayoritas penduduknya adalah petani.

Pelaksanaan upacara pada bulan kesepuluh, para petani melakukan kegiatan yang disebut ngawu–awu yaitu petani sudah melakukan kegiatan menaburkan benih di lahannya tetapi belum jatuh hujan.

Rangkaian sesaji upacara:
– Sekul Wuduk, sebagai lambang supaya permohonan petani dikabulkan,
– Jajan Pasar, sebagai lambang supaya diberi kelimpahan hasil panen yang baik.

Source https://www.gudeg.net https://www.gudeg.net/direktori/350/sadran-dan-tabur-benih-giriharjo.html
Comments
Loading...