Rumah Adat : Rumah Kampung

0 41

Rumah Adat : Rumah Kampung

Kampung berarti halaman atau desa. Rumah Kampung dinamakan demikian karena dipakai oleh lapisan rakyat – rakyat jelata pada umumya. Karena hal tersebut orang sering beranggapan bahwa rumah bentuk kampung adalah rumah yang digunakan oleh orang yang berekonomi pas – pasan.

Untuk golongan menengah keatas menggunakan rumah jenis limasan dan joglo. Umur Rumah Kampung ini jauh lebih tua dibandingkan dengan rumah limasan dan joglo selain itu banyak digunakan pula diberbagai belahan dunia lain.

Secara istilah Rumah Kampung adalah rumah yang berbentuk persegi panjang dimana bentuk atapnya sangat sederhana terdiri dari dua bidang yang bertemu dibagian atas bernama wuwungan / suwunan /bubungan dimana atap ini disangga oleh empat buah Saka / Tiang serta pada bagian samping atas ditutup “Tutup Keyong” ( Keyong = Siput ).

Pada rumah bentuk kampung dan limasan didalamnya dibagi menjadi berbagai ruangan / kamar yang bersifat fungsional ruangan

  1. Teras Depan : Berfungsi sebagai tempat menerima tamu laki – laki.
  2. Ruang Dalam / Ruang Tengah : Berfungsi sebagaitempat menerima tamu perempuan sekaligus ruang keluarga.
  3. Ruang Serbaguna : Biasanya digunakan untuk tempat tidur
  4. Senthong Kiwa : Digunakan untuk tempat menyimpan senjata / barang keramat.
  5. Senthong Tengah : Digunakan untuk menyimpan bibit / akar – akaran / beras / gabah, dsb. Selain itu tempat ini juga sering digunakan untuk beribadah guna mengingat Tuhan YME. Selain itu dulu sebelum Islam masuk ke tanah Jawa tempat ini digunakan untuk menghormati Dewi Sri Dewi Kesuburan dan Kemakmuran dan Kebahagiaan rumah tangga karenanya Senthong Tengah disebut juga Petanen / Pasren dimana tempat ini dibatasi oleh kain Langse yang dipasang pada “Patang Aring”.
  6. Sethong Tengen : Biasanya digunkan untuk tempat tidur.
Source http://traditionaljavanesehouse.blogspot.com/ http://traditionaljavanesehouse.blogspot.com/2011/06/rumah-kampung.html
Comments
Loading...