Rumah Adat Kabupaten Indramayu

0 82

Setiap daerah yang ada di wilayah Indonesia memiliki konsep rumah adat masing-masing. Konsep rumah adat tersebut sangat kental dengan tradisi dan kebiasaan masyarakat setempat. Demikian juga dengan Indramayu, yang memiliki Rumah Gribig dan Rumah Rangken, arsitekturnya lahir dari kultur bahari dan agrarinya.

Rumah Gribig merupakan salah satu kenekaragaman arsitektur rumah yang dimiliki Indonesia. Secara umum, arsitektur rumah Gribig dipengaruhi oleh arsitektur luar, khususnya Belanda. Wajar karena rumah gribig berkembang sejak masa penjajahan Belanda di Indramayu. Rumah Gribig awalnya terbuat dari kayu dan bambu. Seiring perkembangan zaman, rumah gribig menggunakan tembok sebagai pondasinya. Ciri khas rumah gribig selalu menggunakan atap dari genteng, apapun material rumahnya.

Rumah Gribig terdiri dari beberapa ruangan. Ruangan yang ada dalam rumah Gribig tidak berbelit-belit, hanya dibagi lima ruangan. Ada ruang tamu yang disebut “Blandongan”, tak hanya blandongan yang bisa digunakan sebagai ruang tamu. Teras rumah yang disebut sebagai “Ambal” juga kadang bisa disulap menjadi ruang keluarga dan ruang tamu. Intinya, arsitektur dalam rumah gribig, mengedepankan keterbukaan dan fleksibel. Khas watak dalam budaya agrari dan bahari. Nelayan dan petani itu orang yang sangat tinggi rasa ke-sosialannya, sense of social.

Rumah Gribig memiliki ruang keluarga, tetapi konsep ruang keluarga dalam rumah gribig sangat flesksibel. Bisa di Blandongan, Ambal, maupun di Gembol. “Gembol” itu jenis ruangan yang tidak wajib. Tidak semua rumah gribig ada gembolnya. Posisi ruang gembol itu, biasanya ada di sebelah kiri atau kanan rumah. Ruangannya kecil, semacem koridor.

Ornamen Rumah Gribig

Rumah Gribig meskipun terkesan sederhana dan terbuat dari bahan-bahan sederhana, memiliki ornamen khas. Sebagai contoh, konsep rumah tradisional atau etniknya mengedepankan elemen kayu dan bambu. Dari saka, lakaran, pengerat, usuk, dan reng semuanya menggunakan kayu. Sedangkan dinding rumah dari anyaman bambu, yang disebut juga dengan “gribig”.

Ornamen ukiran tradisi yang bisa dilihat ada pada jendela, pintu, kusen, atau lubang angin, yang terpengaruh oleh konsep-konsep Islam dan Belanda. Jendela dan pintu yang lebar itu terpengaruh oleh gaya arsitektur Eropa yang dibawa oleh Belanda, baik art deco maupun art nouveu. Sedangkan konsep simetris, baik dalam ornamen dan jumlahnya itu terpengaruh oleh konsep-konsep Islam.

Arsitektur Islam memang mengedepankan konsep simetris dan geometris yang mana konsep ini lahir atas dasar larangan menggambar makhluk hidup yang bernyawa. Ajaran Islam memang melarang hal ini, namun hal itu tidak menyurutkan ilmuwan-ilmuwan muslim untuk tidak berkreasi. Dari larangan ini malah melahirkan warisan yang luar biasa indah dan adiluhung dalam dunia seni. Konsep simetris, geometris, dan floral ini adalah seni yang tinggi dan indah.

Rumah Rangken

 

Rumah Rangken terbuat dari bambu dengan atap daun nipah berbentuk limas. Meski di sekitar rumah ini terlihat ada conblock yang menjadi pelataran jalan, namun ada beberapa rumah yang dijaga sesuai bentuk aslinya. Rumah ini terletak dekat dengan kawasan pesisir yang seharusnya padat dengan tanaman mangrove.

Source BENTUK RUMAH ADAT DI INDRAMAYU Rumah Gribig, Rumah Khas Dari Indramayu

Leave A Reply

Your email address will not be published.