Rumah Adat Jawa: Rumah Limasan

0 141

Rumah Adat Jawa: Rumah Limasan

Setiap daerah memiliki rumah adatnya masing-masing. Rumah adat jawa dengan ciri khasnya sangat menarik untuk dipelajari. Rumah adat jawa pada umumnya merupakan rumah yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di daerah jawa tengah dan jawa timur.

Arsitektur rumah adat jawa memiliki aturan hierarki yang dominan seperti yang tercermin pada bentuk atap rumah. Masing-masing rumah adat jawa memiliki tata letak yang sama, tetapi bentuk atap ditentukan oleh status sosial dan ekonomi dari pemilik rumah. Proses pembuatan rumah adat jawa juga tidak sembarangan. Harus ada di-peteng (di perhitungkan) terlebih dahulu sebelum membangun rumah.

Letak,arah ,bentuk kerangka, posisi pintu, ukuran dari bangunan harus diperhitungkan terlebih dahulu. Dalam perkembangannya, bentuk rumah adat jawa dipengaruhi oleh kemajuan zaman.Berdasarkan tinjauan terhadap perubahan atapnya, rumah adat jawa dibedakan menjadi lima macam, yaitu bentuk rumah Panggangpe, Joglo, Limasan, Tajug dan Kampung.

Rumah Limasan

Limasan adalah salah satu jenis arsitektur tradisional Jawa. Rumah tradisional ini telah  ada sejak zaman nenek moyang orang Jawa. Hal ini terbukti dengan adanya relief yang menggambarkan keadaannya.Dalam membangun rumah Limasan juga tidak asal membangun. Rumah Limasan memiliki falsafah yang sarat makna dan nilai-nilai sosiokultural.

Limasan merupakan rumah keluarga jawa yang berkedudukan lebih tinggi dan memiliki struktur yang lebih rumit dari pada rumah Kampung. Denah dasar tiang rumah diperluas dengan menambah sepasang tiang di salah satu ujung atapnya.

Bangunan rumah Limasan dicirikan dengan pemakaian konstruksi atap yang kokoh dan berbentuk lengkungan-lengkungan yang terpisah pada satu ruang dengan ruang lainnya. Sebuah rumah limasan terbangun dari empat tiang utama.

Dinamakan Limasan, karena jenis rumah adat jawa satu ini memiliki denah empat persegi panjang atau berbentuk limas. Rumah ini terdiri dari empat buah atap, dua buah atap bernama kejen atau cocor serta dua buah atap yang disebut bronjong yang berbentuk jajar genjang sama kaki.

Bentuk kejen adalah segitiga sama kaki seperti atap keyong dan memiliki fungsi masing-masin. Setelah mengalami  pengembangan, terdapat penambahan atap emper  pada sisi-sisinya tersebut.

Source https://www.romadecade.org/ https://www.romadecade.org/rumah-adat-jawa/#!
Comments
Loading...