Rumah Adat Banten

0 398

Rumah Adat Banten

Rumah Tanpa Jendela

Rumah tradisional Banten ini juga memiliki nilai filosofinya. Rumah khas suku Baduy ini dibangun menghadap ke utara dan selatan sebab arah barat juga timur dianggap tak baik dalam kehidupan orang Kanekes. Hal lain yang cukup mencolok dari pemukiman orang Baduy adalah harmonisasi antara lingkungan dan masyarakat.

Masyarakat yang bertempat tinggal di sini tidak merubah rumah adat yang ada. Justru sebaliknya, mereka menyesuaikan hidup dengan apa yang ada di alam. Hasilnya adalah harmonisasi hidup yang terlihat jelas. Hal ini menjadi keunggulan tersendiri dari Urang Kanekes.

Hal lain yang menjadi signatur rumah orang Baduy adalah ketiadaan jendela di rumah. Untuk menikmati udara segar cukup dari lubang lantai yang memang terbuat dari susunan bambu atau dikenal juga dengan nama palupuh. Selain itu bagian-bagian yang ada di tempat ini ialah :  bagian depan, tengah dan dapur atau bagian belakang.

Sosoro adalah bagian depan dari rumah ini. Tempat ini lazim digunakan sebagai tempat untuk menerima tetamu. Dalam adat Urang Kanekes, tamu dilarang keras masuk ke dalam rumah bagian tengah. Hal ini dipengaruhi kepercayaan bahwa setiap orang luar yang datang selalu membawa pengaruh buruk. Karena itu, ia hanya boleh ada di wilayah netral yakni di depan rumah. Apabila ada tamu, maka tamu tersebut tidak masuk ke dalam rumah tapi di titipkan di rumah ketua adat.

Bagian yang lainnya adalah  dapur. Tungku di dapur ini ditimbuni dengan tanah lengkap dengan sekat dari kayu. Hal ini dimaksudkan agar api tidak mudah menjilat lantai dari bambu tadi. Di bagian dapur ini terdapat bagian bernama goa.Goa tersebut untuk menyimpan beras dan juga padi.

Source Rumah Adat Banten kebudayaan indonesia
Comments
Loading...