“Ronggeng Ketuk” Kesenian Indramayu Yang Melambangkan Kesuburan

0 132

Tari Ronggeng Ketuk merupakan kesenian tradisional kerakyatan yang berada di Desa Lelea, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Tari Ronggeng Ketuk ini merupakan sebuah kesenian yang sejenis dengan kesenian Ketuk Tilu di daerah lain, namun Ronggeng Ketuk ini namanya diambil dari salah satu instrument yang mengiringi kesenian ini, yaitu berupa cemplon atau ketuk yang terdiri dari 3 buah. Instrument-instrument yang lainnya seperti rebab, kendhang sabet, tipung 3, ketuk, suling, gong, kecrek dan suling. Musik yang dimainkan yaitu musik Kembang Suket, Bata Rubuh, Gentong Kali, dan Empal Banteng.

Bentuk Pertunjukkan

Bentuk pertunjukan dalam tarian ini yaitu para penonton melingkari ronggeng yang sedang menari, namun disalah satu sisi disediakan untuk para nayaga. Dahulu Ronggeng Ketuk dipertunjukan pada malam hari dari jam 20.00 sampai dengan subuh, tetapi pada tahun 1990 sampai sekarang pertunjukannya hanya sampai tengah malam. Setiap para penonton pria diperbolehkan untuk turun ke arena dan bergantian menari dengan ronggeng, mereka berusaha untuk merebut hati ronggeng pujaannya seraya berlomba dengan memberikan sawer.

Tari Ronggeng Ketuk dipertunjukkan untuk upacara-upacara adat desa seperti untuk upacara Ngarot, bersih desa, mapag sri dan lain sebagainya. Tari Ronggeng Ketuk ini dipercayai sebagai sebuah tarian yang melambangkan kesuburan. Namun Tari Ronggeng Ketuk sering juga dipertunjukkan untuk acara–acara lain seperti acara khitanan, pernikahan, dan lain sebagainya. Seiring perubahan zaman pertunjukkan Tari Ronggeng Ketuk hampir sulit untuk dilihat kecuali pada upacara Ngarot.

Makna Seni Ronggeng Ketuk

Sebenarnya, ronggeng bukanlah semata-mata hanya sebagai penari bayaran dan penghibur. Jika melongok pada fungsinya yang lama, ronggeng adalah “saman” atau “dukun”. Dalam upacara-upacara kesuburan, ronggeng dianggap sebagai perantara masyarakat dengan Dewi Sri atau antara masyarakat dan danghyang (leluhur) yang memiliki kemampuan magis dan dianggap akan memberikan berkat kesejahteraan, ketenteraman, dan keselamatan. Dalam tradisi kuna, ronggeng sama dengan prewangan, yakni penari perempuan yang dapat menyembuhkan penyakit dengan cara menari-nari. Di Indramayu, Ronggeng Ketuk, dalam upacara Sinoman (Ngarot), pada intinya berfungsi sebagai perantara kesuburan.

Source "Ronggeng Ketuk" Kesenian Indramayu Yang Melambangkan Kesuburan "Ronggeng Ketuk" Kesenian Indramayu Yang Melambangkan Kesuburan "Ronggeng Ketuk" Kesenian Indramayu Yang Melambangkan Kesuburan
Comments
Loading...