Ritual Sumpetan

0 103

Ritual Sumpetan

Petani di Bulak Bantulan blok 1, Dusun Kauman, Desa Gilangharjo, Kecamatan Pandak menggelar ritual Sumpetan atau Buntu Tandur setelah memulai masa tanam pertama sepekan terakhir ini. Ritual ini merupakan salah satu cara petani berdoa agar target panen yang mencapai 10 ton per-hektare di lahan ini bisa tercapai.

Dalam ritual yang dilakukan sebuah papan dibuat melintang di atas saluran irigasi yang membelah area persawahan dengan tanaman padi yang baru setinggi 15 centimeter.

Di atas papan, sejumlah tokoh masyarakat, tetua kampung, dan petani mengelilingi uba rampe yang sudah disiapkan. Salah satunya adalah ingkung dan tumpeng sega liwet yang menjadi perlambang kemakmuran para petani. Kembang dan berbagai macam jenang pun disediakan, juga satu sisir pisang raja.

Menurutnya ritual ini selalu digelar setiap kali usai masa tanam atau tiga kali dalam setahun. Dalam doa yang dipimpin oleh sesepuh kampung, para petani ini berharap bibit padi yang ditanam bisa menghasilkan gabah secara maksimal.

Pada musim tanam ketiga sebelumnya, padi yang ditanam hanya menghasilkan sembilan ton gabah kering pungut setiap hektarnya. Meski angka hasil panen tergolong tinggi namun menurutnya masih kurang maksimal.

Pasalnya dari hasil sembilan ton per hektare itu menurutnya masih dikurangi sekitar satu ton sebagai upah penggarap lahan. Sehingga hasil bersih yang diperoleh para petani hanya delapan ton gabah kering pungut per hektare.

Kendala yang dihadapi petani pada musim tanam sebelumnya adalah cuaca yang tidak menentu. Oleh sebab itu, pada musim tanam ini dia bersama petani lain menanam padi jenis Mentik Susu dengan harapan bisa menghasilkan gabah dengan maksimal.

Source https://www.starjogja.com https://www.starjogja.com/2018/01/04/mulai-masa-tanam-petani-bulak-bantulan-gelar-ritual-sumpetan/
Comments
Loading...