Ritual Menanam Kerbau Perjaka Untuk Hilangkan Kebodohan

0 140

Keraton Surakarta kembali menggelar Hajaddalem Wilujengan Nagari di Alas Krendhawahana Gondangrejo Karanganyar kamis. kepala dan kaki kerbau dikubur dalam ritual itu.

Suara lantunan doa dari umat Hindu dan Budha silih berganti terdengar di Alas Krendhawahana. Setelah itu, doa dari umat Islam menyusul kemudian. Pembacaan doa secara bergantian itu, sebagai pembuka ritual Hajjaddalem Wilujengan Nagari yang digelar Keraton Surakarta. Setelah pembacaan doa rampung kepala kerbau dan kakikerbau ditanam atau dikubur di alas itu.

Kepala kerbau dan kakinya yang dikubur, secara simbolis untuk menghilangkan kebodohan. Pujangga Keraton KP Yugisworo Suryohadiningrat mengatakan ritual itu juga untuk membangun kerukunan antar umat.

“Kerbau itu adalah binatang yang manutan dan kuat, namun bodoh, sehingga kepala kerbau sebagai lambang kebodohan harus dikubur sedalam-dalamnya. Kemudian kaki kerbau melambangkan tuntunan jalan yang harus dalam rel kebenaran. Sedang tubuhnya dapat dibagikan kepada umat agar menjadi kuat seperti kuatnya sang kerbau.”

Doa-doa yang dipanjatkan memang dari tiga agama secara berurutan yakni Hindu, Budha dan Islam. urutan itu disesuaikan dengan waktu masuknya agama-agama itu ke Jawa.

“Agama yang masuk, dimulai dari Hindu dulu, kemudian Budha lalu Islam. Hal ini juga bertujuan untuk menggambarkan dan menjaga sikap toleransi yang dimiliki oleh warga.”

Digelar setiap tahun sesuai kalender Jawa, agar makna dan arti dari ritual ini tidak hilang dan dapat terus terjaga. Alas Krendhawahana di pilih sebagai tempat ritual karena lokasi ini sebagai tempat bertemunya Pangeran Diponegoro dengan Pakubuwono VI Keraton Surakarta beberapa tahun silam. Pertemuan itu untuk membahas strategi menghadapi Belanda.

Source https://www.kaskus.co.id https://www.kaskus.co.id/show_post/000000000000000537488301/200/menanam-kerbau-perjaka-untuk-hilangkan-kebodohan
Comments
Loading...