Ritual Mandi Lumpur Probolinggo

0 18

Ritual Mandi Lumpur

Ungkapan rasa syukur atas rezeki berlimpah kepada sang pencipta dilakukan dengan beramai-ramai mandi lumpur. Ritual turun temurun itu dilakukan oleh petani Dusun Mrica, Tongas, Kabupaten Probolinggo. aKetika akan memulai ritual, ratusan warga sudah berkumpul di sawah yang akan digunakan untuk ritual mandih celot atau mandi lumpur.

Ritual ini tidak hanya dilakukan oleh kalangan muda, namun orang tua pun ikut melakukannya, mereka pun berkumpul di sawah, dan mereka langsung saling melempari air dan lumpur ke peserta lain. Tak hanya itu, para peserta ritual pun juga memperebutkan lima bebek yang dilepas di ‘lautan’ lumpur.

Tradisi unik ini menjadi perhatian ratusan warga sekitar yang antusias menyaksikan keseruan petani bermandikan lumpur dari pinggiran sawah.

Mereka mengaku senang dapat menjalin kekompakan dengan sesama petani, dalam menyambut musim tanam kali ini. Di dalam ritual ini tidak ada yang namanya perbedaan pangkat maupun jabatan. Mereka harus terjun ke kubangan lumpur untuk bersuka ria bersama petani lainnya.

“Tradisi mandi ‘celot’ atau lumpur, sebagai rasa ungkapan terima kasih atas rezeki berlimpah yang diberikan sang maha kuasa. Mereka sangat bersyukur akan rezeki yang telah diberikan.

Meski desa mereka masuk kategori kawasan terdampak kekeringan, namun para petani tetap semangat dan optimis tanaman mereka akan menghasilkan panen melimpah. Dengan melakukan tradisi mandi lumpur atau celot ini, sema orang khususnya para petani mengharapkan agar hasil pertaniannya dapat melimpah ruah.

Tradisi mandi lumpur atau celot dimaknai oleh para petani sebagai rasa solidaritas dan memjalin silaturahmi dan keakraban dengan para petani lainnya tanpa adanya rasa saling menjatuhkan satu sama lain sehingga diharapkan merea dapat bahu membahu untuk menanam hasil pertaniannya.

Source https://budaya-indonesia.org https://budaya-indonesia.org/Ritual-Mandi-Lumpur/
Comments
Loading...