Ritual Kalahayu, Prosesi Unik di Solo Sambut Gerhana Matahari

0 51

Ritual Kalahayu, Prosesi Unik di Solo Sambut Gerhana Matahari

Koto Solo benar adanya menyandang sebagai kota budaya. Tak hanya budaya Jawa yang selalu dilestarikan, lebih dari itu sebuah even ritual budaya dalam menyambut gerhana matahari total juga tak lepas dari ritual Jawa.

Fenomena alam berupa Gerhana Matahari dianggap sebagai peristiwa yang tidak biasa. Karena itu, banyak mitos yang muncul di berbagai belahan bumi terkait peristiwa alam yang terbilang sangat langka itu. Tak terkecuali bagi masyarakat kota Solo.

Bagi sebagian masyarakat kuno Tanah Air, gerhana matahari selalu dikaitkan dengan hal-hal yang buruk. Seperti masyarakat Jawa yang mengenal gerhana sebagai masa dimana Bethara Kala memangsa matahari dan menjadikan bumi jatuh dalam kegelapan. Seiring dengan hilangnya matahari sebagai sumber kehidupan maka keselamatan dan kelangsungan hidup manusia akan terancam.

Ritual khusus pun perlu dilakukan untuk menghindarkan matahari dari ancaman sang dewa waktu. Mulai dari membuat keributkan dengan cara memukul lesung atau dalam istilah Jawa disebut klothekan. Adapula yang mengharuskan wanita hamil memukul pohon kelapa dengan bantal agar terhindar dari bala.

Memasuki masa modern, di tangan para seniman. Kota Bengawan ritual yang biasanya dilakukan dengan didasari rasa ketakutan. Dirubah menjadi upacara yang mengambil makna berbeda dari fenomena gerhana matahari.

Ritual Kalahayu atau momentum indah, merupakan bentuk perkawinan alam raya. Dijalani ritual dari para seniman Padepokan Lemah Putih, Mojosongo Solo. Tiga benda yakni matahari, bulan dan bumi berada dalam satu garis yang sama dihadirkan dalam sebuah simbol Nyawiji yang melahirkan kesuburan dan merupakan bukti kebesaran Sang Maha Pencipta yang harus disyukuri, bukannya ditakuti.

Ritual Kalahayu sendiri dimulai dari mengarak sejumlah sesaji yang dibentuk dalam gunungan terbuat dari beraneka jenis hasil bumi. Mulai dari buah-buahan, kacang-kacangan, padi, pala kependhem, rempah-rempah, dan sebagainya. Para pembawa sesaji ini pun mengenakan kostum laiknya empu zaman kuno.

Setelah sampai di tempat pelaksanaan ritual, yakni di Halaman Balai Soedjatmoko, digelar ritual adang ageng menggunakan alat masak kenceng dan kukusan. Seusai ritual, semua ubarampe sesaji, dibagikan kepada masyarakat sebagai simbol ras syukur atas anugerah Tuhan yang Maha Kuasa.

Setelah itu, ritual dilanjutkan dengan Kebo Awu Bumi Sembah, yang diwujudkan dalam pembuatan keris Kyai Singkir Plastik, pertunjukan wayang tandur, serta klothekan lesung, dan sebagainya. Ritual budaya ini menjadi daya tarik para wisatawan yang tengah mengunjungi kota Solo. Disepanjang jalan arak-arakan masyarakat tumpah ruah bahkan tak jarang mengambil momen ritual budaya dalam menyambut gerhana matahari total ini yang hadir hanya 300 an tahun sekali.

Source http://ulinulin.com/ http://ulinulin.com/posts/ritual-kalahayu-prosesi-unik-di-solo-sambut-gerhana-matahari-sebagai-momentum-indah
Comments
Loading...