budayajawa.id

Ritual Adat di Kampung Adat Dukuh, Garut Jawa Barat

0 16

Kampung Dukuh terletak di Desa Ciroyom, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Perkampungan adat yang berjarak sekitar 1,5 km dari Desa Cijambe atau 120 km arah selatan dari pusat Kota Garut, bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi atau kendaraan umum hingga Kecamatan Cikelet, dilanjutkan dengan jasa angkutan ojeg sampai lokasi. Kampung Adat ini mempunyai beberapa ritual adat antara lain;

Jaroh
Suatu ritual adat yang biasa dilakukan masyarakat kampung adat dukuh atau dari luar untuk berziarah ke makam syekh Abdul Jalil tetapi sebelum melakukan jaroh terlebih dahulu melakukan ritual adat cebor opat puluh dan mengambil air wudhu serta melepaskan semua perhiasan dan memakai baju yang tidak bercorak atau polos. Jaroh ini biasa dilakukan pada hari sabtu. ritual ini ditujukkan sebagai rasa penghormatan kepada leluhur.
Cebor opat puluh
Ritual adat yang sangat unik yang dilakukan oleh masyarakat kampung adat dukuh maupun orang luar yaitu mandi dengan empat puluh kali siraman dengan air dari pancuran dan dicampur dengan air khusus yang telah diberi doa-doa yang dilakukan di jamban. ritual ini ditujukan untuk membersihkan diri sebelum melakukan kegiatan jaroh.
Moros
Kebiasaan unik masyarakat kampung adat dukuh yaitu dengan memberikan hasil-hasil bumi/pertanian mereka kepada aparat pemerintah seperi lurah dan camat. kegiatan ini dilakukan sebagai rasa penghormatan masyarakat kampung adat dukuh kepada aparat pemerintahan.
Manuja
Ritual adat yang biasa dilakukan masyarakat kampung dukuh yaitu menyerahkan bahan makanan dari hasil bumi kepada kuncen untuk di berkahi. Ritual ini biasa dilakukan pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Ritual ini bertujuan untuk perayaan dan rasa syukur masyarakat kampung adat dukuh.
Nyanggakeun
Nyanggakeun ritual kebudayaan yang unik yang dilakukan masyarakat kampung adat dukuh yaitu dengan menyerahkan sebagian hasil pertanian kepada sang kuncen untuk diberkahi. Masyarakat kampung adat dukuh tidak boleh memakan hasil panennya sebelum melakukan ritual nyanggakeun ini. Ritual ini ditujukan sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen pertanian mereka.
Ngahaturan Tuang
Sebuah ritual budaya yang dilakukan masyarakat kampung adat dukuh atau pengunjung yang berasal dari luarkampung adat dukuh yang memiliki keinginan-keinginan tertentu seperti perkawinan, jodoh, masalah rumah tangga, kelancaran dalam usaha yaitu dengan memberikan makanan seperti garam, ayam, kelapa, telur ayam, kambing, atau yang sesuai kemampuan orang tersebut. upacara adat ini semacam seserahan.
Source https://gpswisataindonesia.wordpress.com/2016/05/11/kampung-adat-dukuh-garut-jawa-barat/ gpswisataindonesia.wordpress.com
Comments
Loading...