Ritual Adat Dandan Kali

0 23

Ritual Adat Dandan Kali

Upacara dandan kali atau becekan merupakan upacara yang dilaksanakan oleh masyarakat di beberapa dusun, yaitu: Dusun Kepuh, Dusun Manggong, dan Dusun Pagerjuang. Dusun-dusun tersebut berada di Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman. Dandan kali bertujuan untuk meminta hujan. Konon, di Desa Kepuharjo pernah mengalami kemarau panjang sampai 8 bulan, setelah kemarau panjang tersebut masyarakat meminta hujan dengan membawa sesaji, dan menyembelih kambing di Sungai Gendol. Tidak lama setelah upacara dilangsungkan, kemudian turun hujan yang lebat dan memberikan kesuburan di sekitar Kepuharjo.

Istilah “Dandan Kali” juga diberikan karena tempat upacara berada di sungai, dengan harapan sungai tetap dialiri air dan tidak mengalami kekeringan; bukan hanya Sungai Gendol, melainkan sungai-sungai di sekitarnya seperti Sungai Kretek dan Sungai Kebeng. Persyaratan utama dalam upacara dandan kali adalah semua yang hadir atau mengikuti prosesi upacara berjenis kelamin laki-laki, perempuan tidak diperbolehkan mengikuti prosesi upacara. Tidak ada yang mengetahui alasan larangan tersebut, masyarakat hanya menyebutnya sebagai tradisi turun-temurun.

Perempuan hanya bertugas membantu pembuatan nasi tumpeng di rumah, dan membantu menyiapkan peralatan yang dibutuhkan selama upacara berlangsung. Tidak ada ketentuan dalam tata cara berpakaian, masyarakat cukup datang berpakaian seadanya membawa sesaji dan kambing yang akan disembelih. Setiap dusun menyiapkan satu kambing sehingga jumlah kambing yang disembelih ada 3 ekor – sesuai dengan jumlah dusun yang melaksanakannya, yaitu Dusun Kepuh, Dusun Manggong, dan Dusun Pagerjuang. Pantangan sesaji kambing dalam dandan kali bahwa kambing betina tidak boleh disembelih untuk upacara, karena dapat membawa malapetaka atau bencana kepada masyarakat; dan jenis kambing yang disembelih harus kambing jawa tidak diperbolehkan jenis lainnya.

Upacara dimulai dari pukul 07.00 WIB, jika warga dusun sudah berkumpul, dilakukan penyembelihan kambing, sebagian warga ada yang menyiapkan bumbu dan tungku untuk memasak. Kambing dimasak dengan bumbu mirip gulai dengan istilah “becekan”. Setelah selesai dimasak, daging kambing dibungkus menggunakan plastik dan dibagikan kepada peserta upacara, serta diberikan juga kepada orang-orang yang menginginkannya. Kenduri dimulai setelah shalat Jum’at di tempat yang sama. Upacara dandan kali dimaknai sebagai rasa syukur masyarakat kepada Zat Adikodrati yang telah memberikan kehidupan, rezeki serta keselamatan melalui nenek moyang atau pepunden yang telah meninggal.

Menurut Mardi Wiyono (maestro), kelak ketika manusia sudah meninggal, maka fisiknya saja yang ditinggalkan, sedangkan sukma atau ruhnya masih tetap hidup. Selain itu, Upacara dandan Kali bertujuan agar masyarakat Kepuharjo senantiasa diberikan keselamatan; bagi orang-orang yang mencari rezeki atau bekerja di sekitar tebing diberi keselamatan; bagi para petani diberikan hujan supaya dapat bercocok tanam; dan masyarakat dapat memanfaatkan sumber daya sekitarnya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, serta meningkatkan perekonomian masyarakar. Masyarakat percaya bahwa doa yang dilantukan dan harapan masyarakat selama upacara berlangsung akan dikabulkan, sehingga masyarakat berupaya untuk tetap melestarikan upacara tersebut, di samping sebagai upaya untuk melestarikan tradisi nenek moyang. Mereka juga meyakini bahwa jika upacara tersebut tidak dilakukan, akan terjadi suatu bencana yang akan menimpa mereka.

Source https://budaya-indonesia.org https://budaya-indonesia.org/Dandan-Kali/
Comments
Loading...