Resepsi: Salah Satu Prosesi Upacara Dhaup Ageng di Keraton Jawa

0 180

Resepsi: Salah Satu Prosesi Upacara Dhaup Ageng di Keraton Jawa

Dhaup Ageng adalah hajad seorang raja ketika menikahkan anak perempuannya. Dalam tradisi Jawa, gelaran pernikahan diselenggarakan oleh pihak perempuan. Pada umumnya raja-raja jaman dahulu memiliki banyak istri dan anak, untuk itu Upacara Dhaup Ageng hanya digelar jika calon mempelai wanita merupakan putri raja yang lahir dari seorang permaisuri. Disamping itu, tidak jarang upacara pernikahan kerajaan pada jaman dahulu digelar sekaligus untuk beberapa putra-putri Sultan. Tercatat pada Tahun 1939 Sri Sultan Hamengku Buwono VIII menikahkan 7 pasang pengantin secara bersamaan. 
Pada jaman dahulu Dhaup Ageng digelar dengan rangkaian prosesi yang dilakukan hingga berhari-hari. Bahkan pantangan yang harus dijalani oleh kedua mempelai berlangsung beberapa hari sebelum upacara pernikahan hingga 35 (selapan) hari setelahnya.
Dari masa ke masa, upacara Dhaup Ageng telah mengalami banyak penyederhanaan. Walaupun demikian inti dari setiap prosesi masih terus dipertahankan hingga saat ini. Berikut adalah penjelasan mengenai prosesi yang berlangsung dalam upacara Dhaup Ageng yang lazim dilaksanakan pada masa Sri Sultan Hamengku Bawono Ka10.
 Resepsi

Sesampainya di Kepatihan, prosesi resepsi dilaksanakan. Yang membedakan resepsi dhaup ageng dengan resepsi pada umumnya adalah ditampilkannya tarian-tarian adat Kraton Yogyakarta. Tarian yang ditampilkan dalam upacara resepsi pernikahan keraton adalah Beksan Bedaya Manten (Sanghaskara) dan Lawung AgengBedaya Mantenditarikan oleh enam penari wanita yang masih gadis. Dua penari wanita berperan sebagai sepasang pengantin, dan empat lainnya sebagai penari Srimpi. Tarian ini menyimbolkan perjalanan kedua pasang mempelai menuju gerbang rumah tangga. Sedangkan Beksan Lawung Ageng ditarikan oleh 12 penari pria. Tarian ini merupakan tarian keprajuritan (ciptaan Sri Sultan Hamengku Buwono I), yang mengisahkan jiwa patriotisme yang tertanam dalam sanubari para prajurit Yogyakarta.

 

Source https://kratonjogja.id https://kratonjogja.id/hajad-dalem/3/dhaup-ageng
Comments
Loading...