budayajawa.id

Rajaban Upacara Adat Masyarakat Cirebon

0 77

Rajaban merupakan tradisi upacara dan ziarah ke makam Pangeran Panjunan dan Pangeran Kejaksan di Plangon. Rajaban umumnya dihadiri oleh para kerabat dari keturunan kedua pangeran tersebut. Ziarah ini dilaksanakan setiap tanggal 27 Rajab.

Peringatan hari Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad diperingati umat Islam dengan beragam kegiatan. Di Cirebon, Jawa Barat, sejumlah umat memperingatinya dengan ziarah ke Makam Plagon yang dianggap sebagai makam keramat. Karena hari Isra’ Mi’raj yang jatuh pada 27 Rajab bertepatan dengan wafatnya  Pangeran Kejaksan yang merupakan tokoh penyebar agama Islam di Cirebon.Setiap tanggal 27 Rajab kalender Hijriah, masyarakat Cirebon memiliki tradisi unik yang dinamakan Rajaban.

Ribuan warga berbondong-bondong mengunjungi Plangon di Kecamatan Sumber. Selain memperingati Isra’ Mi’raj pada tanggal 27 Rajab, merupakan haul atau peringatan meninggalnya Pangeran Kejaksan yang wafat pada tahun 1527 Masehi. Ziarah dilakukan warga sebagai penghargaan jasa kedua pangeran tersebut dalam menyebarkan agama Islam di Cirebon.

Ritual rajaban, muludan, atawa rebokasan selalu dilaksanakan paling tidak sebagai pangéling-ngéling agar kita tidak lali ka temah wadi (jati diri), dalam melakoni kehidupan diharap bisa lebih teliti, hati-hati, semua gerak dan langkah berharap dalam kendali ridha Illahi.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan tradisi membagikan nasi bogana kepada wargi keraton, kaum masjid, abdi dalem dan masyarakat mager sari. Nasi bogana itu terdiri dari kentang, telor ayam, tempe, tahu, parutan kelapa dan bumbu kuning yang dijadikan satu.

Source Rajaban Kebudayaan dan Kesenian Indonesia
Comments
Loading...