“Raden Wijaya” Pendiri Kerajaan Majapahit Sekaligus Raja Pertama

0 110
Nama Sebenarnya

Raden Wijaya merupakan nama yang lazim dipakai para sejarawan untuk menyebut pendiri Kerajaan Majapahit. Nama ini terdapat dalam Pararaton yang ditulis sekitar akhir abad ke-15. Padahal menurut bukti-bukti prasasti, pada masa kehidupan Wijaya (abad ke-13 atau 14) pemakaian gelar raden belum populer. Nagarakretagama yang ditulis pada pertengahan abad ke-14 menyebut pendiri Majapahit bernama Dyah Wijaya. Gelar “dyah” merupakan gelar kebangsawanan yang populer saat itu dan menjadi cikal bakal gelar “Raden”. Istilah Raden sendiri diperkirakan berasal dari kata Ra Dyah atau Ra Dyan atau Ra Hadyan. Nama asli pendiri Majapahit yang paling tepat adalah Nararya Sanggramawijaya, karena nama ini terdapat dalam prasasti Kudadu yang dikeluarkan oleh Wijaya sendiri pada tahun 1294. Gelar Nararya juga merupakan gelar kebangsawanan, meskipun gelar Dyah lebih sering digunakan.Asal Usul

Menurut Pararaton, Raden Wijaya adalah putra Mahisa Campaka, seorang pangeran dari Kerajaan Singhasari. Ia dibesarkan di lingkungan Kerajaan Singhasari. Menurut Pustaka Rajya Rajya I Bhumi Nusantara, disusun oleh Kesultanan Cirebon dan termasuk kedalam Naskah Wangsakerta yang keberadaanya kontroversial bagi kalangan sejarawan karena dianggap asli tapi palsu. Raden Wijaya adalah putra pasangan Rakyan Jayadarma dan Dyah Lembu Tal. Ayahnya adalah putra Prabu Guru Darmasiksa, raja Kerajaan Sunda Galuh, sedangkan ibunya adalah putri Mahisa Campaka dari Kerajaan Singhasari. Dengan demikian, Raden Wijaya merupakan perpaduan darah Sunda dan Jawa. Setelah Rakyan Jayadarma tewas diracun musuhnya, Lembu Tal pulang ke Singhasari membawa serta Wijaya. Dengan demikian, Raden Wijaya seharusnya menjadi raja ke-27 Kerajaan Sunda Galuh. Sebaliknya, ia mendirikan Majapahit setelah tewasnya raja Kertanegara, raja Singhasari terakhir, yang merupakan sepupu ibunya.

Berdirinya Kerajaan Majapahit
Setelah tentara Cina meninggalkan Jawa dan raja Kediri Jayakatwang meninggal dunia, maka terjadilah kekosongan kekuasaan. Kekosongan kekuasaan itu diisi oleh Raden Wijaya sebagai Raja Majapahit meneruskan kekuasaan Singasari. Sebagai raja Majapahit, ia bergelar Kertarajasa Jayawardhana. Raden Wijaya menikahi empat putri Raja Kertanegara, yaitu Tribhuwaneswari, Narendradhuhita, Prajnaparamita, dan Gayatri. Dari Tribhuwaneswari lahir Jayanegara. Dari Gayatri diperoleh dua anak perempuan, yaitu Tribhuwanatunggadewi Jaya Wisnuwardhani dan Rajadewi Maharajasa. Sedangkan dari Narendradhuhita dan Prajnaparamita tidak diperoleh seorang keturunan pun. Raden Wijaya melakukan perkawinan dengan tujuan untuk memperkuat kedudukan dan agar seluruh warisan kerajaan Singasari berpindah kepadanya.
 
Para pengikut Kertarajasa yang setia dan berjasa dalam perjuangan mendirikan Majapahit diberinya kesempatan untuk menikmati hasil perjuangannya dan diangkat menjadi pejabat-pejabat tinggi dalam pemerintahan. Wiraraja diangkat menjadi menteri Mahawirdikara, Nambi menjadi Rakyan Mahapatih, Sora sebagai Rakyan Apatih di Daha. Nambi memperoleh kedudukan yang tinggi dalam hierarki kerajaan Majapahit, sedangkan Sora menduduki tempat kedua. Ranggalawe menduduki jabatan adipati di Datam, sedangkan Komandan pasukan Malayu dijadikan Panglima Perang dengan mendapat gelar nama Kebo Anabrang.
Source "Raden Wijaya" Pendiri Kerajaan Majapahit Sekaligus Raja Pertama "Raden Wijaya" Pendiri Kerajaan Majapahit Sekaligus Raja Pertama "Raden Wijaya" Pendiri Kerajaan Majapahit Sekaligus Raja Pertama
Comments
Loading...