Prosesi Upacara Ritual Satu Suro Desa Traji Temanggung

0 235

Prosesi Upacara Ritual Satu Suro Desa Traji Temanggung

Sebulan sebelum pelaksanaan ritual, pemerintah desa, panitia ritual 1 Sura dan sesepuh desa Traji mengadakan raat. Pada rapat I membahas mengenai pelaksanaan pagelaran wayang kulit dan biaya yang diperlukan. Pada rapat ke II membahas mengenai ketua panitia Ritual 1 Sura dan mengumpulkan seksi-seksi, RT, RW, perangkat desa Traji, sesepuh desa Traji dan Hansip setempat. Pada rapat ini membahas mengenai penentuan dalang dan biaya, ketika sudah sepakat maka ketua panitia membagi bagian ke masing-masing RT, dan RT membagi bagian kepada masyarakat dengan cara Undu-usuk (suka rela atau seikhlasnya) sehingga lebih dan kurangnya biaya ditanggung oleh panitia. Pelaksanaan rapat yang terakhir membahas tentang pembagian kerja bagi semua seksi, masing-masing seksi menjalankan tugasnya.

Pada hari H, orang-orang yang sudah diberi wewenang untuk ikut kirab pengantin berkumpul di Balai Desa Traji pukul 17.00 WIB. Sebelum berangkat, sesepuh melakukan upacara Kenduri yang bertujuan untuk melakukan doa memohon kepada Sang Pencipta agar dalam pelaksanaan upacara ini selalu diberi kelancaran dan keselamatan. Setelah upacara Kenduri, maka kira-kira pada pukul 18.30 WIB rombongan sesaji meninggalkan Balai Desa Traji menuju ke Sendhang Sidhukun dengan berjalan kaki yang diawali oleh rombongan pembawa sesaji yang berpakaian adat Jawa. Perjalanan menuju Sendhang Sidhukun diiringi dengan lampu Petromax, selanjutnya Bapak Kades serta Ibu Kades juga berpakaian layaknya pengantin adat Jawa yang menggunakan kain Truntum. Dibelakangnya, perangkat desa, sesepuh dan putri domas juga menggunakan pakaian adat Jawa. Barisan paling belakang adalah seksi keamanan dan seksi dokumentasi.

Setibanya rombongan kirab pengantin di tempat sesaji, rombongan disambut oleh Seksi Sendang dengan berjabat tangan, selanjutnya dipersilahkan menempati tempat sesaji. Selanjutnya juru kunci sendang mulai membakar menyan yang intinya memohon doa kepada Allah SWT  agar diberi keselamatan supaya upacara ritual 1 Sura dapat berjalan dengan baik dan lancar. Setelah selesai lalu mengambil sesaji yang pokok berupa :

  • Uncet bakar
  • Ingkung ayam
  • Bunga harum
  • Pisang
  • Ketan Bakar
  • Ketela
  • Gembili
  • Bunga kecipir
  • Kupat lepet
  • Minuman : Kopi, Teh, Air putih, dan Santan.
  • Nasi tumpeng yang didalamnya berisi kepala kambing beserta kakinya (untuk dibuang ke Sendhang), jajanan pasar lengkap, tikar pasir, kendi dan bungkusan, beras putih dan kuning, bungkusan bunga dll.

Kemudian Bapak Kades memohon kepada Allah SWT agar dirinya dan semua masyarakatnya diberi keselamatan, kesehatan lahir dan batin, rukun, sejahtera, jauh dari mara bahaya dan rejeki oleh Allah SWT. Setelah selesai, maka Bapak Kaum membaca doa agar semua cita-cita masyarakat desa Traji dapat terwujud dan dikabulkan oleh Allah SWT, selanjutnya disambut dengan kidungan Macaphat yang intinya adalah untuk ketentraman dan kesejahteraan masyarakat desa Traji. Kemudian, Seksi Sendhang mulai membagi-bagikan sesaj yang ada dengan cara ditaburkan kepada semua pengunjung, dibuat dengan cara rebutan. Bagi yang percaya, maka hal itu seperti merebut rejeki. Seksi Sound System bekerja keras untuk menasehati kepada semua pengunjung dan memberi pengarahan terhadap prosesi ritual sesaji. Seksi Keamanan juga berperan penting untuk mengamankan jalanya ritual ini, dan seksi dokumentasi bertugas mendokumentasikan prosesi ritual sesaji tersebut.

Setelah upacara ritual sesaji, maka Bapak Kades beserta rombongan meninggalkan lokasi sesaji Sendhang Sedhukun dan meneruskan sesaji di Kali Jaga yang bertujuan sama. Setelah semua upacara selesai, rombongan pulang ke Balai Desa Traji, dalam perjalanan pulang Ibu Kades membeli jajanan di setiap penjual dengan menggunakan koin kuno, bagi pedagang yang percaya jualannya akan laris. Sesampai di Balai Desa dilanjutkan dengan acara malam Tirakatan, sedangkan siangnya diadakan kesenian yang ada di desa Traji dan selanjutnya selama 1 hari 1 malam diadakan pagelaran wayang kulit.

Tradisi adat di lokasi sesaji setelah upacara ritual, para pengunjung mulai berebutan mengambil air ke lubang sumur sesaji. Setelah ada pengarahan dan nasehat dari Seksi Sendhang maka pengambilan air tersebut dapat teratur dan tertib. Dalam pengambilan air tersebut pelayanannya satu persatu hingga 3 hari 3 malam. Sebelumnya pengunjung ditanya apa maksud dan keperluannya, maka Seksi Sendhang berdoa agar permohonan dari pengunjung terkabul lalu pengunjung baru di berikan air tersebut. Setelah selesai mengambil air para pengunjung pergi dan memasukkan uang dalam kas seikhlasnya.

Setelah semua upacara ritual 1 Sura selesai, maka tugas ketua panitia mengadakan rapat pembubaran yang menghadirkan seksi-seksi panitia, perangkat desa, BPD, LKMD, dan LMD, Ketua RW, Ketua RT seluruh dusun dan para sesepuh desa untuk menyimpulkan hasil kerja kepanitiaan, keluar masuknya dana sehingga masyarakat tahu. Setelah selesai membuat laporan, maka panitia ritual 1 Sura membuat surat edaran laporan dana dan disalurkan ke masing-masing ketua RT guna disalurkan kepada masyarakat.

Source http://trajipunyatradisi.blogspot.co.id http://trajipunyatradisi.blogspot.co.id/2015/11/normal-0-false-false-false-in-x-none-x.html
Comments
Loading...