Prosesi Temu Manten Adat Surabaya

0 180

Prosesi Temu Manten Adat  Surabaya

Temu Manten atau temu  pengantin bisa dikatakan merupakan puncak dalam rangkaian upacara pernikahan. Dalam pernikahan di beberapa daerah Nusantara, prosesi ini umumnya dilakukan seusai upacara keagamaan. Pada prosesi temu manten adat Surabaya, sebelum ritual dilakukan terlebih dahulu dilakukan “iring-iringan.”

Pengantin pria diarak bersama sanak keluarga berangkat dari rumah menuju ke tempat pengantin perempuan. Yang unik, sepanjang perjalanan pengantin akan ditemani dengan ‘iring-iringan’ yang terdiri dari pemain terbang, pembawa jago, pembawa payung kebesaran, pembawa jodang.

Setelah tiba di kediaman mempelai wanita, prosesi temu manten adat Surabaya pun dimulai.  Diawali dengan penyerahan ayam jago atau Rebot Ayam Jago hingga kedua pengantin dipertemukan di pelaminan berikut ini prosesi temu manten adat Surabaya

Pertama. Pihak pengantin pria akan membawa ayam jago yang kelak akan diperebutkan oleh kedua pihak. Bila pihak pengantin wanita yang berhasil merebut ayam jago, maka berarti pihak mereka telah menerima pengantin pria sebagai bagian dari keluarga besar. Ayam jago kemudian diletakkan di samping mempelai wanita. Prosesi ini disebut Rebot Ayam Jago.

Kedua. Kemudian, kedua mempelai dipertemukan oleh juru rias (dukun pengantin), yang diawali dengan berjabat tangan. Lalu, mempelai pria menyerahkan Sri Genggem, sejenis tempat perhiasan berisi emas berlian. Pemberian Sri Genggem dimaksudkan sebagai simbol rasa terima kasih atau pemberian nafkah pertama kali untuk sang istri. Dalam prosesi ini juga diserahkan mahar yang besarnya sesuai kesepakatan kedua pihak.

Ketiga. Setelah penyerahan mahar, dilakukan upacara mencium tangan. Mempelai wanita mencium tangan mempelai pria, kemudian kedua mempelai bersama-sama mencium tangan kedua orang tua dari pihak mempelai wanita. Lalu dilanjutkan mencium tangan orang tua dari mempelai pria.

Keempat. Kedua mempelai dipandu oleh perias / dukun manten menuju pelaminan untuk bersanding. Sesaat kemudian, kedua mempelai dikirab (berkeliling) untuk diperkenalkan kepada para tamu undangan dan diiringi dua pasang cak-ning Surabaya. Acara pun dilanjutkan dengan perebutan bubak kawah (aneka piranti dapur yang sudah dipersiapkan) secara beramai-ramai.

Source Prosesi Temu Manten Adat Surabaya Mahligai

Leave A Reply

Your email address will not be published.