Prosesi Sekaten, Tradisi Keraton Yogyakarta dan Surakarta

0 134

Prosesi Sekaten, Tradisi Keraton Yogyakarta dan Surakarta

Tradisi Sekaten terkait erat dengan tradisi sejak zaman Kasultanan Demak untuk menyiarkan agama Islam. Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan keraton Surakarta kemudian melaksanakan tradisi leluhurnya sebagai tradisi upacara kebudayaan dan keislaman yang bercorak khas kejawen tersebut. Tradisi Sekaten merupakan upacara keagamaan yang diadakan setiap tahun bertepatan dengan hari lahirnya Nabi Muhammad SAW. 

Itulah sebabnya Garebeg yang diselenggarakan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW disebut Garebeg Maulud. Namun di Yogyakarta dan Surakarta, Garebeg Maulud lebih dikenal dengan nama Sekaten. Bagi masyarakat tradisi Sekaten mempunyai makna religius, historis dan kultural. Peringatan tradisi Sekaten sebagai upacara keagamaan yang bertepatan dengan hari lahirnya Nabi Muhammad SAW bertujuan untuk memetik suri teladan kehidupan Rasulullah SAW. 

Adapun prosesi dalam Sekaten ini adalah sebagai berikut:

  1. Tradisi Sekaten diawali dengan Slametan atau Wilujengan yang bertujuan untuk mencari ketentraman dan ketenangan. Ini juga menandai kegiatan Pasar Malam Perayaan Sekaten dimulai. Pasar Malam ini berlangsung kurang lebih 40 hari sebelum perayaan Garebeg Maulud tiba. Pada perayaan Sekaten ini masyarakat banyak yang berkunjung dan bertujuan untuk mencari hiburan atau membeli makanan khas yang dijual pada Pasar Malam itu. 
  2. Satu minggu sebelum puncak acara Sekaten, gamelan dikeluarkan dari Keraton dibawa ke Masjid Agung Yogyakarta untuk kemudian diletakkan di Pagongan Utara dan Pagongan Selatan atau Miyos Gongso oleh Abdi Dalem Kawedanan Hageng Punokawan Kridhomardowo yang bertugas dalam bidang kesenian dan Abdi Dalem Konco Gladhag yang membawa gamelan serta perangkatnya dari Keraton ke Pagongan Utara dan Pagongan Selatan Masjid Agung Yogyakarta. 
    Selama satu minggu gamelan dibunyikan terus kecuali pada jam-jam tertentu yaitu saat adzan dikumandangkan dan pada hari jum’at. Gamelan dibunyikan oleh Abdi Dalem Kawedanan Hageng Punokawan Kridhomardowo. Gamelan dipakai sebagai media atau alat untuk dakwah Islam karena dengan membunyikan gamelan Jawa dan segala macam bentuk keseniannya, maka masyarakat akan datang. 
  3. Rangkaian upacara Sekaten yang selanjutnya ialah Upacara Numplak Wajik yang berlokasi di Magangan Kidul. Upacara Numplak Wajik sebagai awal dimulainya pembuatan gunungan wadon. 
    Upacara Numplak Wajik diawali dengan iringan Gejog Lesung yang dilakukan oleh Abdi Dalem Konco Gladhag. Tujuannya agar dalam pembuatan gunungan wadon tersebut dapat berjalan lancar. Sebelum upacara ini dimulai biasanya diberikan sesaji oleh Abdi Dalem Keparak Para Gusti agar dalam pembuatan gunungan ini tidak mengalami hambatan. 
  4. Acara selanjutnya dilaksanakan Miyos Dalem di Masjid Agung Yogyakarta. Acara ini dihadiri oleh Sri Sultan, pembesar Keraton, para Bupati, Abdi Dalem Keraton dan masyarakat Yogyakarta. Pada upacara Miyos Dalem, dihadapan Sri Sultan dan pembesar Keraton dibacakan Siratun Nabi (riwayat hidup Nabi Muhammad SAW).  Sebelum Miyos Dalem dilaksanakan, Sri Sultan menyebar udhik-udhik yang telah disiapkan oleh Abdi Dalem Keparak Para Gusti di depan pintu Pagongan Selatan dan Pagongan Utara Masjid Agung Yogya dimana selama 7 hari berturut-turut kedua Gamelan sekaten dibunyikan yaitu Gamelan Kanjeng Kiai Guntur Madu dan Gamelan Kanjeng Kiai Nagawilaga dihadapan masyarakat yang hadir. Miyos Dalem berakhir ditandai dengan pelaksanaan Kondur Gongso atau gamelan dibawa masuk lagi ke Keraton.
  5. Sebagai rangkaian upacara terakhir dari Tradisi Sekatenan yaitu puncak acara Garebeg Maulud, yang ditandai dengan dikeluarkannya Hajad Dalem Pareden (gunungan) tepat tanggal 12 bulan. Dalam Garebeg Maulud ini Sri Sultan mengeluarkan Hajad Dalem berupa 6 buah gunungan, diantaranya adalah 2 buah gunungan lanang (1 buah gunungan untuk berkat ke Pakualaman), 1 buah gunungan wadon, 1 buah gunungan dharat, 1 buah gunungan gepak, dan 1 buah gunungan pawuhan. 
Source http://cacanajayakertabhumi.blogspot.co.id/ http://cacanajayakertabhumi.blogspot.co.id/2015/09/prosesi-sekaten-dan-makna-gunungan.html
Comments
Loading...