Prosesi Sebelum Pernikahan Adat Ngawi

0 45

Prosesi Sebelum Pernikahan Adat Ngawi

Di Indonesia begitu banyak suku bangsa, bahasa daerah, agama dan seni budaya yang beraneka ragam. Adapun adat istiadat pernikahan yang berbeda-beda pada masing-masing daerah. Pernikahan adalah upacara pengikatan janji nikah yang dirayakan atau dilakukan oleh dua orang (seorang laki-laki dan seorang perempuan) dengan maksud meresmikan ikatan perkawinan secara norma agama, norma hukum dan norma sosial.

Sebelum Pernikahan

Nontoni

Jaman sekarang sudah tidak ada acara nontoni karena pemuda dan pemudi jaman sekarang sudah memperkenalkan calon suami atau calon istrinya nanti kepada orangtua masing-masing dari kedua belah pihak pada masa pacaran.

Lamaran

Lamaran dilakukan apabila sepasang kekasih mendapat restu dari orangtua kedua belah pihak. Acara lamaran ini berbarengan dengan acara tukar cincin.Dengan berlangsungnya acara tukar cincin ini maka melambangkan kedua belah pihak telah serius untuk melangsungkan hubungan ke jenjang pelaminan.

Peningset

Pada saat lamaran dan tukar cincin, dari pihak calon penganten laki-laki pergi ke rumah penganten perempuan untuk memberi peningset. Peningset set ini bisa berupa kalung, gelang emas, ataupun uang bagi seorang laki-laki yang mampu. Sebaliknya, jika seorang laki-laki tersebut tidak mampu peningset bisa berupa baju dan kain yang akan diberikan untuk penganten perempuan. Setelah itu dari kedua pihak (pihak laki-laki atau pihak perempuan) akan menyebarkan undangan kepada saudara, teman ataupun kerabat terdekat mereka, seperti pernikahan pada umumnya.

Setelah acara lamaran dan tukar cincin  ini selesai orangtua dari kedua belah pihak calon mempelai pria dan wanita berunding untuk menentukan hari baik pernikahan yang akan ditentukan, biasanya menggunakan kapan hari atau bulan kelahiran dari masing-masing calon penganten, misalnya pada hari senen paing, selasa keliwon dan seterusnya. Maka dicarilah hari yang cocok untuk pelaksanaan pernikahan tersebut.

Penentuan Hari

Setelah acara lamaran dan tukar cincin  ini selesai orangtua dari kedua belah pihak calon mempelai pria dan wanita berunding untuk menentukan hari baik pernikahan yang akan ditentukan, biasanya menggunakan kapan hari atau bulan kelahiran dari masing-masing calon penganten, misalnya pada hari senen paing, selasa keliwon dan seterusnya. Maka dicarilah hari yang cocok untuk pelaksanaan pernikahan tersebut.

Ngunggahne beras (Menyimpan beras)

Orang Jawa apabila hendak mempunyai hajat ada acara nyimpan rezeki (nyimpan beras). Bentuk acaranya adalah dengan diadakan kenduri  (bancakan) di rumah orang yang hendak memiliki hajat dengan mengundang tetangga yang dekat, biasanya orang satu RT.

Ngudhukne beras (Menurunkan beras)

Setelah beras disimpan diturunkan lagi sambil mengirim doa kepada para leluhur dengan harapan agar acara pernikahan tersebut dapat berjalan lancar dari awal sampai akhir tidak ada satu halangan apapun dan agar diridhoi oleh Tuhan Yang Mahaesa (Allah SWT). Bentuk acaranya sama dengan acara menyimpan beras tadi yaitu diadakan kenduri di rumah orang yang hendak mempunyai hajat dengan mengundang tetangga terdekat.

Sinoman

Sinoman adalah mengumpulkan pemuda karang taruna oleh orang yang hendak memiliki hajat mantu untuk membantu kelancaran terselenggaranya acara tersebut.Semua acara pernikahan telah diatur oleh panitia tersebut.

Pasang Tarub

Yang dinamakan tarub adalah blarak yang dienam kemudian ditaruh di atas genting, selain itu juga dipasang jejeran  yang pada zaman dahulu  jejeran berupa pisang muda lengkap dengan ontongnya. Dipilih pisang yang masih muda karena melambangkan  kedua mempelai masih muda.

Pasang terop atau tenda

Terop adalah bangunan nonpermanen yang dipasang di kediaman orang yang hendak memiliki hajat mantu.Fungsi dari terop ini adalah untuk melindungi para tamu undangan dari panas dan hujan.Setelah  dipasang terop  juga dipasang dekorasi pengantin agar tempat resepsi lebih indah dan  enak dipandang mata.

Midodareni

Pada malam hari sebelum akad nikah ada acara midodareni yaitu pengantin wanita mulai dirias antara lain pengantin wanita dipotong sinom ”anak rambut”, merapikan alis serta membuat pola rias pengantin, dilulur dan tidak diizinkan ke luar rumah (dipingit).Pada malam midodareni itu juga pihak keluarga pengantin wanita mengadakan acara nebus kembar mayang atau acara wedhak ripih.

Acara wedhak ripih ini menceritakan orang tua calon pengantin perempuan yang mencari kembang pancawarna (5 wujud) untuk persyaratan menemukan kedua pengantin. Yang mana kembang tersebut hanya bisa ditemukan di pasar yang bernama Logandhem. Pada malam midodareni ini pula teman, sahabat, pengantin putri dan sanak saudara berkumpul menemani dan menggoda  pengantin putri, sebagai acara perpisahan dengan para remaja, karena sejak malam itu ia telah menjadi widodari yang akan memasuki alam kedewasaan, yaitu alam rumah tangga.

Source https://gpswisataindonesia.info/ https://gpswisataindonesia.info/2017/12/prosesi-pernikahan-adat-ngawi/
Comments
Loading...