Prosesi Adat Pernikahan Injak Telur (Wiji Dadi) Di Wonosobo

0 102

Prosesi Adat Pernikahan Injak Telur (Wiji Dadi) Di Wonosobo

Pernikahan merupakan hak dan sunnah agama yang harus dilalui oleh seseorang dalam kehidupan . Setiap manusia dewasa yang sempurna secara jasmani dan rohani(sehat) pasti membutuhkan pendamping hidup itu diharapkan dapat memenuhi hasrat biologisnya, dapat dikasihi dan mengasihi, serta dapat diajak bekerja sama mewujudkan sebuah rumah tangga yang sakinah mawaddah warrahmah.

Salah satu prosesi adat pernikahan di Wonosobo yaitu Injak telur (Wiji Dadi). Pengantin pria melepaskan sandalnya dan menginjak telor ayam dengan telapak kakinya. Pengantin putri lalu membasuh kaki pengantin pria dengan air kembang dari bokor (bejana) yang sudah disiapkan.

Kegiatan ini dapat diartikan sebagai kesiapan pengantin pria untuk menjadi kepala rumah tangga dan kesediaan pengantin wanita untuk melayani suaminya. Di dalam rumah tangga yang baru dibentuk ini diharapkan juga akan diperoleh hasil yang baik pula termasuk anak keturunanya.

Sementara itu juga muncul usaha-usaha “islamisasi” ritual adat tersebut. Injak telur (wiji dadi) misalnya, ketika pengantin pria menginjak telur di geneman (bungkusan) kembang setaman, telur langsung pecah dan biasanya menyebabkan bau yang amis. Ada kiat untuk membungkus telur di plastik, sehingga mengurangi bau amis dan menghindari praktek mubadzir, karena telur yang pecah masih bisa dimanfaatkan sesudah itu dengan digoreng atau dimasak.

Source https://gpswisataindonesia.wordpress.com/ https://gpswisataindonesia.wordpress.com/2016/05/02/prosesi-pernikahan-adat-wonosobo-jawa-tengah/
Comments
Loading...